MEDAN – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdiksu) telah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan perangkat transformasi digital dengan lebih kurang 300 kelas digital di SMAN/SMKN se Sumatera Utara.
“Tahun ini kita sudah melakukan perubahan alokasi anggaran untuk mempersiapkan alokasi penyediaan perangkat,” ujar Kadisdiksu Ir Abdul Haris Lubis MSi ketika membuka Workshop Transformasi Digital For Education (TDFE) di Aula Tengku Amir Hamzah Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Medan, Jumat (20/9/2024).
Workshop TDFE tersebut turut dihadiri Plh Kadis Pendidikan Jawa Barat Drs M Ade Afriandi MT, Narasumber yang juga Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (TIKP) Disdik Jawa Barat Dr Firman Oktora SSi MPd MKom, Kepala UPTD TIKP Disdik Provsu Juwita Iranita Lumbangaol SPd MM, staf dan ASN Disdik Provsu, para perwakilan Kepala Sekolah Tingkat SMA dan SMK di Medan serta stakeholder lainnya.
Ia mengatakan salah satu yang menjadi poin penting yang akan diprogramkan dalam meningkat kualitas pendidikan di Sumatera Utara adalah mengubah cara belajar dari konvensional ke transformasi digital.
Lebih jauh, Abdul Haris menyebutkan, terkait penyediaan perangkat transformasi digital di sekolah tersebut nantinya akan ada tahapan. Seperti akan melakukan verifikasi sekolah mana yang siap untuk mengikuti atau dipilih yang mendapatkan plus digital.
“Jadi kepada kepala-kepala sekolah silahkan bersiap-bersiap tentu banyak hal yang menjadi kriteria ataupun penilaian persiapan dari sekolah tersebut. Jadi bervariasi, bisa saja satu sekolah itu bisa 6 kelas bisa 10 kelas tergantung kesiapannya. Tentu ada juga sekolah nanti yang tidak bisa atau belum siap,” tutup Abdul Haris.
Dia menambahkan bahwa edukasi tentang transformasi digital bagi guru akan bermanfaat mengatasi ketidakpastian, meningkatkan keterampilan pedagogis, mendorong inovasi dalam pembelajaran, menghadapi kebutuhan siswa modern dan memaksimalkan sumber daya teknologi.
Sebelumnya, Plh Kadis Pendidikan Jawa Barat M Ade Afriandi mengaku tersanjung dan terhormat mendapat undangan dari Kadisdik Provsu Abdul Haris Lubis untuk bisa hadir pada Workshop TDFE di Kantor Disdik Provsu. Dia mengaku kehadirannya pada Workshop TDFE tersebut untuk mendampingi anaknya Firman Oktora yang diundang sebagai narasumber.
Menurut Ade, ada hal yang memang sangat strategis bagi kita di bidang pendidikan menggunakan teknologi informasi, terutama untuk mengkomunikasikan semua kebijakan ataupun juga ide-ide. Yang pasti dari semua itu, kita bisa bersilaturahmi dan yang paling diharapkan adalah kita bisa berkolaborasi antara Jawa Barat dengan Sumatera Utara.
“Kolaborasi kita karena kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memajukan pendidikan tergerak bergerak menggerakkan. Bahkan dengan berbagai slogan yang kita miliki kemasannya dan ada semangatnya adalah bagaimana kita membawa anak bangsa kita menjadi terdidik dan maju,” tutur Ade. (Bj)
