Gubsu Bobby: Listrik di Sumut Sudah Pulih 100 Persen Pasca Blackout

Sumut18 Dilihat

JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution memastikan pasokan listrik di Sumut dan sejumlah provinsi lain yang terdampak blackout pada Jumat hingga Sabtu lalu kini telah kembali normal.

 

Hal itu disampaikan Bobby kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/5/2026), usai berkoordinasi dengan pihak PLN terkait pemulihan sistem kelistrikan.

 

“Tadi kami sudah koordinasi dengan PLN, seluruhnya sudah normal kembali,” ujar Bobby.

BACA JUGA :  Trauma Healing Polda Sumut Korban Banjir di Desa Patumbak Kampung

 

Ia mengatakan, selama terjadinya pemadaman listrik massal, Pemerintah Provinsi Sumut bersama Forkopimda terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan.

 

Bobby juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas akibat blackout tersebut, termasuk gangguan jaringan telepon seluler dan internet.

 

“Kami bersama Forkopimda, terutama TNI dan Polri juga memberikan bantuan genset di beberapa titik untuk membantu masyarakat. Akibat pemadaman listrik sinyal handphone juga terganggu,” katanya.

BACA JUGA :  PorHAB 80 Kemenag RI Resmi Dibuka, Kakanwil Kemenagsu: Solidaritas untuk Indonesia Damai dan Maju

 

Menurut Bobby, layanan penting seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan tetap menjadi prioritas selama proses penanganan berlangsung.

 

Ia memastikan pelayanan medis kepada masyarakat tidak mengalami gangguan berarti selama pemadaman terjadi.

 

“Layanan dasar seperti rumah sakit tetap berjalan dan tidak terganggu,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Sumut juga telah melakukan koordinasi terkait dampak blackout terhadap sektor industri dan fasilitas penyimpanan pendingin atau cold storage.

BACA JUGA :  Pemko Medan Dapat 66% dari Pajak Kendaraan Bermotor

 

Bobby menyebut seluruh penanganan lanjutan masih terus dikoordinasikan bersama PLN dan pihak terkait lainnya.

 

“Untuk penanganan selanjutnya nanti tetap kami koordinasikan kembali dengan PLN,” katanya.(bj)