Sumut

Gula Kelapa Desa Besan Naik Kelas, PKM Kemdiktisaintek Hadirkan Diversifikasi Produk dan Digital Marketing

Klungkung – Produk gula kelapa dari Desa Besan, Kabupaten Klungkung, Bali, kini mengalami transformasi menuju produk pangan lokal yang lebih inovatif dan berdaya saing. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Kelapa berhasil mengembangkan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas produksi, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Sebelum program ini dilaksanakan, KWT Sari Kelapa yang beranggotakan 20 orang hanya memproduksi gula kelapa dalam bentuk gula batok. Keterbatasan variasi produk, kemasan yang masih sederhana, serta pemasaran yang mengandalkan cara konvensional menjadi tantangan utama dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Melalui kegiatan PKM bertajuk “Olahan Gula Kelapa Berkelanjutan melalui Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital di Desa Besan Kabupaten Klungkung”, tim pelaksana memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi produk, pengembangan kemasan, pemasaran digital, hingga pemanfaatan limbah hasil produksi.

Ketua Tim PKM, Dr. Ni Wayan Nursini, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada penerapan higiene, sanitasi, dan keselamatan kerja (HSK), diversifikasi produk, serta pengembangan kemasan agar produk memiliki kualitas yang lebih baik dan mampu bersaing di pasar.

“Peningkatan kualitas produk tidak hanya dilihat dari hasil akhirnya, tetapi juga dari bagaimana proses produksi dilakukan secara higienis, aman, dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing,” ujar Dr. Ni Wayan Nursini, Sabtu (1/8/2026).

Melalui pelatihan dan praktik langsung, anggota KWT Sari Kelapa yang sebelumnya hanya memproduksi gula batok kini mampu mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah, seperti gula juruh, gula semut, dan permen gula kelapa. Selain meningkatkan variasi produk, tim PKM juga mendampingi mitra dalam memperbaiki desain kemasan dan pelabelan sehingga produk menjadi lebih menarik, informatif, serta siap dipasarkan secara lebih luas.

Pada aspek pemasaran, pelatihan digital dipandu oleh Ida Bagus Neo Kurnia Amadea, S.TP., M.T. bersama tim. Para peserta dibekali kemampuan memanfaatkan berbagai platform digital seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok sebagai media promosi dan penjualan.

“Media digital dipilih karena sudah familiar bagi masyarakat dan dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk gula kelapa Desa Besan kepada konsumen yang lebih luas,” jelas Ida Bagus Neo Kurnia Amadea.

Program ini juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah hasil produksi. Ni Wayan Deswiniyanti, S.Si., M.Si. memberikan pendampingan mengenai pembuatan molase serta pengolahan limbah agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Ketua KWT Sari Kelapa, Ni Luh Wirasmini, mengaku sangat terbantu dengan program pendampingan tersebut.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan kehadiran tim PKM. Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan, mulai dari cara mengolah gula kelapa menjadi produk yang lebih beragam, memperbaiki kemasan, memasarkan melalui media digital, hingga mengolah limbah agar lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Sari Kelapa hingga 78 persen. Seluruh peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan, praktik produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital.

Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjadikan gula kelapa Desa Besan tidak lagi sekadar produk tradisional, melainkan berkembang menjadi produk pangan lokal yang inovatif, bernilai tambah, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Bali di era digital.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah mendukung kegiatan ini melalui skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat sehingga program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Besan. (r/isl)