MEDAN – Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), DR (HC) Choirul Anam MZD melantik pengurus MDI Sumatera Utara di Aula Kantor DPD I Partai Golkar Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Senin (14/7/2025).
Pelantikan ini dilakukan setelah terjadi terpilihnya secara aklamasi H. Muhammad Ichwan Husein Nasution sebagai Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Sumatera Utara (Sumut) periode 2025-2030.
“Hari ini saya dapat amanah. Mudah-mudahan, kedepan kita bisa sama-sama membangun MDI sampai ke pelosok Sumut,” paparnya.
H. Muhammad Ichwan Husein Nasution menambahkan, jabatan sebagai Ketua MDI Sumut itu akan ia manfaatkan untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Saya tidak tahu, ini bisa jadi ridho Allah atau cobaan dari Allah. Makanya, saya hanya berusaha agar MDI Sumut ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Saya juga tidak akan menyia-nyiakan kepemimpinan ini untuk mengembangkan dakwah di bawah Golkar Sumut,” pungkasnya.
Sementara, dalam kata sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Sumut yang diwakilkan oleh Wakil Koordinator Bidang Hukum dan HAM Riza Fachrumi Thahir, mengucapkan selamat atas pelantikan MDI Sumatera Utara.
“Dengan pelantikan ini, utuhlah organisasi pendiri dan didirikan oleh Golkar Sumut. Dengan dilukuhkannya MDI Sumut, Partai Golkar Sumut akan semakin kuat. Bukan hanya mempertahankan 22 kursi tetapi tambah menjadi 25 kursi,’ ungkap Riza Fachrumi Thahir.
Setiap Desa 1 Da’i
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), DR (HC) Choirul Anam MZD meminta agar setiap desa atau kelurahan minimal harus memiliki satu dai.
Hal ini sesuai dengan tujuan awal didirikannya MDI oleh Partai Golkar di tahun 1978 yakni, membimbing umat Islam dan menyalurkan aspirasi mereka, serta berperan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Hal itu diungkapkan oleh KH. Choirul Anam saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VII MDI Sumatera Utara (Sumut) di Kantor Golkar Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Senin (14/7/2025).
“Presiden Soeharto, sebagai tokoh Partai Golkar, saat itu menilai bahwa banyak program pemerintah di bidang agama kurang terserap oleh masyarakat. Hal itu, karena kurangnya dai pada saat itu,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Presiden Soeharto pun menginisiasi agar Partai Golkar memiliki Organisasi Masyarakat (Ormas) di bidang dakwah.
Tujuannya, agar para dai bisa berdakwah sembari mensosialisasikan program pemerintah dan mengajak umat untuk ikut membangun bangsa.
“Makanya, dalam kesempatan ini, saya mengajak MDI Sumut untuk bisa bersama-sama mencetak dai-dai hingga ke pelosok Provinsi Sumatera Utara. Kalau bisa, satu desa atau kelurahan, minimal ada satu dai,” paparnya. (bj)