KOJIRA Kecewa Pertamina Dinilai Ingkari Janji, Antrean BBM Bersubsidi Kembali Terjadi di Sumut

Sumut31 Dilihat

Medan – Ketua Umum DPP Komando Ojol Indonesia Raya (KOJIRA), Rudi Zulham Hasibuan, menyampaikan kekecewaannya terhadap PT Pertamina karena dinilai belum mampu memenuhi komitmen dalam menjaga kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Kekecewaan tersebut disampaikan menyusul kembali terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Binjai, akibat terbatasnya stok Pertalite dan Solar.

Menurut Rudi, persoalan kelangkaan BBM bersubsidi sebenarnya telah menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi D DPRD Sumatera Utara pada Jumat, 26 Juni 2026.

BACA JUGA :  Pemkab Karo Klarifikasi Isu Hibah Mobil untuk Kajari Karo

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sumut, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, SH., MH., didampingi anggota Komisi D, Ir. Yahdi Khoir Harahap, MBA., Dr. Kiki Handoko Sembiring, SH., M.Kn., dan Viktor Silaen, SE., MM. Turut hadir perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, pengurus DPP KOJIRA, serta perwakilan komunitas ojek online (ojol).

Dalam RDP tersebut, salah satu tuntutan utama KOJIRA adalah memastikan ketersediaan BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, bagi masyarakat dan para pengemudi ojol.

“Pada saat RDP, pihak Pertamina berjanji akan menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite. Namun kenyataannya, belum sampai sebulan setelah rapat, masyarakat kembali menghadapi kelangkaan dan antrean panjang seperti yang pernah terjadi pada akhir Maret 2026,” ujar Rudi, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA :  Kojira Siap Kawal Realisasi Potongan 8 Persen untuk Ojol

Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat, terutama para pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilannya dari aktivitas harian.

“Saya kecewa karena kondisi ini sangat membebani masyarakat, khususnya para ojol. Mereka harus mengantre berjam-jam, bahkan setelah menunggu lama belum tentu mendapatkan Pertalite karena stok sudah habis. Waktu mereka terbuang sia-sia dan pendapatan pun otomatis berkurang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kojira Sumut Hadiri RDP DPRD Sumut, Sampaikan Aspirasi Ojol Terkait Perpres 27/2026 dan Ketersediaan Pertalite

Rudi menilai berulangnya persoalan tersebut menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap kinerja Pertamina dalam mengantisipasi distribusi BBM bersubsidi agar tidak kembali mengalami kelangkaan.

Ia pun mendesak Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi dan memenuhi komitmen yang telah disampaikan di hadapan DPRD Sumatera Utara.

“Saya meminta kepada pihak Pertamina segera meningkatkan kinerjanya dan menepati janji yang telah disampaikan dalam RDP agar kelangkaan BBM bersubsidi segera teratasi dan tidak terulang kembali, karena kondisi ini sangat menyusahkan masyarakat,” pungkas Rudi. (r/isl)