LLDikti Wilayah I Medan Raih Penghargaan Peringkat Terbaik Implementasi Full CMS dari Kemenkeu RI

Sumut17 Dilihat

MEDAN — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan negara.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Medan I menganugerahi LLDikti Wilayah I sebagai Peringkat Terbaik Implementasi Full CMS. Piagam ini diserahkan dalam rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Anggaran LLDikti Wilayah I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, (21/5/2026)

Penghargaan tersebut tertuang dalam Piagam Penghargaan yang diterbitkan KPPN Tipe A1 Medan I, sebagaimana tampak berikut.

CMS (Cash Management System) adalah sistem manajemen kas negara yang dikelola Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu RI untuk mengoptimalkan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kas satuan kerja pemerintah.

Predikat Full CMS menandakan bahwa LLDikti Wilayah I telah mengimplementasikan seluruh fitur sistem pengelolaan kas secara penuh, konsisten, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., menyambut penghargaan ini dengan penuh syukur sekaligus menegaskan komitmen kelembagaan.

BACA JUGA :  AdNI Jajaki Kolaborasi dengan Dinkes Sumut, Siapkan Bakti Sosial Kesehatan

“Penghargaan ini bukan sekadar piagam. Ini adalah bukti nyata bahwa seluruh keluarga besar LLDikti Wilayah I bekerja dengan integritas dan profesionalisme tinggi dalam mengelola keuangan negara. Kami menerima amanah besar untuk melayani ratusan perguruan tinggi di Sumatera Utara, dan kepercayaan itu harus dijawab dengan tata kelola yang bersih, tertib, dan akuntabel. Penghargaan dari Kemenkeu RI ini memvalidasi bahwa kami berada di jalur yang benar,” ungkap Prof. Saiful.

Rasa syukur yang sama diungkapkan Bendahara Pengeluaran LLDikti Wilayah I, Gunung Nasution, S.E., M.Si. Ia mengisahkan perjalanan panjang yang melatarbelakangi penghargaan ini.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Sejak pertengahan 2023, LLDikti Wilayah I telah menerapkan sistem cashless, meski kala itu belum berjalan optimal. Berkat niat baik, kerja keras, dan dukungan penuh dari Kepala LLDikti selaku Kuasa Pengguna Anggaran, Tim Perencanaan dan Keuangan, serta seluruh pegawai, pengelolaan kas kini berjalan lebih baik. Hasilnya, pada tahun 2025 kami berhasil meraih penghargaan kategori Implementasi Full CMS Terbaik,” ungkapnya.

BACA JUGA :  179 PTS di Sumut Tandatangani Arah Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026

Sementara, Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah I, Ahmad Subhan, S.E., turut menyampaikan harapannya agar prestasi ini dapat dipertahankan melalui sinergi semua lini.

“Kami memahami bahwa kinerja keuangan yang baik tidak bisa berdiri sendiri. Mari kita saling merapatkan barisan dalam menghadapi tantangan di masa depan.”

Senada dengan itu, Narahubung Bidang Perencanaan dan Keuangan LLDikti Wilayah I, Muhammad Yamani, S.E., menekankan pentingnya penguatan internal organisasi pada tiga dimensi. “

“Pertama, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan teknis keuangan yang berkelanjutan. Kedua, memperkuat sistem monitoring internal agar potensi kelemahan dapat dideteksi sebelum menjadi masalah. Ketiga, membangun budaya kerja yang berorientasi pada data dan perencanaan jangka panjang,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Kakankemenag Deli Serdang Pantau Kesehatan Jemaah Haji Technical Landing Asal Embarkasi Solo

Penghargaan ini diharapkan menjadi pendorong semangat bagi seluruh sivitas LLDikti Wilayah I untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, demi mendukung pelayanan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi perguruan tinggi di bawah naungan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara.

Di penghujung kegiatan, Prof. Saiful Anwar Matondang kembali menegaskan sikapnya dengan pesan yang ditujukan langsung kepada seluruh jajaran.

“Saya bangga dan berterima kasih kepada setiap individu yang terlibat, mulai dari tim perencanaan, keuangan, bendahara, hingga seluruh staf administrasi. Ini bukan kerja seorang, ini kerja tim. Prestasi ini justru menjadi tanggung jawab lebih besar untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan standar kita. Ke depan, saya harap kita bisa menjadi percontohan tata kelola keuangan satuan kerja pemerintah di tingkat nasional,” tutup Prof Saiful.(bj)