MEDAN– Menteri Agama Prof Dr. KH Nasaruddin Umar MA mengajak jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama untuk bersikap istiqomah berada di jalan lurus, shiratol mustaqim.
“Mari kita Istiqomah, berjalan di atas shirathol mustaqim. Jangan maghdub. Yang berjalan secara fluktuatif. Jangan pula yang dhollin, yang suka zig zag,” ujarnya dalam Pembinaaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Senin (24/11/2025), Aula Gedung Jabal Nur, Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Kota Medan.
Dalam acara yang mengangkat tema “Transformasi Jati Diri Kementerian Agama: Mengukuhkan Nilai Cinta dan Kerukunan Semesta Sebagai Fondasi Utama Sukses Asta Protas Menuju Indonesia Emas 2045”, Menteri Agama mengajak untuk memaknai slogan Kemenag yakni “Ikhlas Beramal”.
“Ikhlas adalah melakukan sesuatu semata mata untuk memohon ridha Allah Swt. Dalam Alquran ada dua istilah, mukhlis dan mukhlas. Jika orang awam cukup menjadi mukhlis. Di Kementrian agama kita diminta jadi mukhlas,” ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan sedikit perbedaan antara keduanya. Jika mukhlis masih senang saat dipuji serta dengan motivasi untuk memenuhi kesenangan dirinya dan kepada orang yg dibantu. Sementara, Mukhlas justru sedih saat dipuji, khawatir jangan-jangan bocor keikhlasan yang ada pada dirinya.
“Aparat kementerian agama harus menjadi mukhlas. Sebab ekspektasi masyarakat menganggap dan berharap kita itu seperti malaikat. Kementerian agama yang paling berat jihadnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Menteri yang baru-baru ini mendapat Anugerah Penggerak Nusantara 2025 di bidang Harmoni dan Ekoteologi mengajak ASN untuk beramal.
“Dalam Alquran kata Amal itu berkonotasi positif. Penuh analisis, program dengan perencanaan. Berbeda dengan fa’al, yang cenderung berkonotasi negatif. Bisa dimaknai dengan sembrono, tanpa pertimbangan resiko tanpa prinsip manajerial,” jelasnya.
Nasaruddin juga mengingatkan bahwa sebentar lagi Kementerian Agama akan memiliki direktorat baru, yakni direktorat pesantren.
Dalam acara yang diikuti ratusan peserta itu, ia pun menjelaskan perbedaan mendasar antara Pendidikan Islam dan juga Pesantren baik secara ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi S.Ag mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Menteri. Kehadiran Menteri dianggap sebagai penyejuk dan pendorong semangat dalam melakukan berbagai program Kementerian.
“Saya selama bapak memimpin beberapa kali mendapat barokah baik ketika membawa peserta di kegiatan Qiraatul kutub dengan meraih prestasi 4 besar,maupun Expo Pesantren di Mataram, yang membawa produk pesantren,” ujarnya.
Ahmad Qosbi berharap segala tuntunan dan bimbingan dari Menteri Agama dapat dijalankan oleh setiap ASN Kementerian Agama.
Acara tersebut dibuka oleh Pembacaan Alquran oleh Dr. H. Awaluddin M. Pd dan doa Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Langkat H. Ainul Aswad S.Ag, MA.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Hj.Nurhayati MA, seluruh Kakanwil Kabupaten Kota, seluruh Kepala Madrasah se-Sumut, Asosiasi Penghulu dan jajaran ASN Kemenag Sumatera Utara.


