MinyaKita Langka di Sumatera Utara, APH Diminta Lakukan Audit Investigasi

Sumut102 Dilihat

MEDAN – Kelangkaan MinyaKita di Sumatera Utara diyakini karena ulah oknum-oknum atau perusahaan yang tidak bertanggungjawab.

Informasi yang diterima awak media, kelangkaan MinyaKita tersebut disebabkan pengalihan kuota ke Pulau Jawa, terbesar ke Surabaya.

Menanggapi kelangkaan MinyaKita ini mendapat tanggapan dari Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI). Ketua Harian DPP HARI HM Nezar Djoeli menduga ada ‘permainan’ oleh pihak distributor produk rakyat ini, yaitu PT LJIM.

BACA JUGA :  Bobby Kritik Keras PTPN Terkait Konflik Pertanahan Sumut

“Patut kita duga terjadi pengalihan kuota ke Surabaya yang dilaksanakan oleh PT LJIM. Di mana, kuota yang mereka miliki sebanyak 37.000 dus ke Surabaya, dengan memanfaatkan 5 perusahaan sebagai mitra. Dalam melaksanakan kegiatan mafia inilah yang menyebabkan kelangkaan terhadap MinyaKita yang terjadi di wilayah Sumatera Utara,” ungkap Nezar.

Untuk itu, ia meminta kepada pihak aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk melakukan audit investigasi atas kelangkaan MinyaKita di Sumatera Utara.

BACA JUGA :  DPD KSPSI AGN Sumut Meminta Polri Tetap Di Bawah Presiden, Jaga Marwah Reformasi dan Independensi Hukum

“Sebab, kondisi ini menyebabkan kekisruhan di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu kami minta ketegasan dari pemerintah dalam melakukan pendataan penggunaan kebutuhan minyak makan yang ada di Sumatera Utara, dengan membandingkannya data konkret kepada pabrik-pabrik yang ada di seputaran wilayah kerja Sumatera Utara,” urainya.

Dengan begitu, lanjutnya, kelangkaan yang dirasakan masyarakat tidak akan terjadi lagi.

BACA JUGA :  Pascabencana, Bobby Nasution Jamin Pemerintahan dan Pelayanan Publik Tetap Aktif

“Tentunya kita berharap, jangan sampai kelangkaan ini mencoreng citra positif Presiden Prabowo yang hari ini dikenal pro rakyat,” imbuh Nezar.(bj)