LLDIKTI dan FKBNI Gerakkan Kampus Bersinar untuk Sumut Bebas Narkoba

Sumut114 Dilihat

MEDAN — Konsep Bela Negara tidak hanya berkaitan dengan penggunaan senjata atau keterlibatan dalam peperangan. Dalam konteks modern, Bela Negara juga memiliki dimensi non-fisik yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan, mental yang sehat, dan tindakan sosial yang memperkuat integrasi bangsa.

Demikian disampaikan, Koordinator Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) Sumatera Utara, Jon Piter Sinaga, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, konsep Bela Negara Humanis menjadi strategi baru dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk ancaman narkoba, radikalisme, dan krisis moral bangsa.

“Bela Negara tidak selalu tentang perang. Saat ini kita berjuang melalui perilaku humanis, membangun karakter bangsa yang sehat, beradab, dan bebas dari narkoba (Bersinar),” kata Jhon Piter didampingi kepala LLDIKTI Wilayah l, Prof Saiful Anwar Matondang. Selasa, (4/11/2025).

Istilah “Beradab”, paparnya, merupakan akronim dari Bebas Radikal, Anarkis, Diskriminasi, Amoral, dan Bentrok. Sementara “Bersinar” bermakna Bersih Narkoba. Ini sebagai bentuk komitmen untuk mengendalikan masalah sosial dan moral di Sumatera Utara.

BACA JUGA :  DPW HARI Sumut Apresiasi Kinerja Kejatisu dalam Penanganan Korupsi, Khususnya Tol Medan - Binjai

Kampus Bersih Narkoba

FKBNI bekerjasama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara dalam menggerakkan program Kampus Bersinar (Kampus Bersih Narkoba) di berbagai perguruan tinggi swasta. Program ini menjadi bagian dari upaya membudayakan kesadaran anti-narkoba di kalangan mahasiswa.

“Sumatera Utara saat ini berada di peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Karena itu, kita harus menggempurnya melalui pendekatan budaya dan pendidikan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Nasional, kegiatan Bela Negara Humanis akan berlangsung pada 22–23 November 2025.

“Pada 22 November akan digelar Orasi Kebangsaan di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut. Sedangkan 23 November diadakan Jalan Santai Humanis di Lapangan Benteng Medan, melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan masyarakat kampus,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Didukung Puluhan Organisasi, Ketua JMSI Sumut Ikuti Seleksi KI Sumut 2026

Program ini juga merupakan kelanjutan dari Simposium Bela Negara Humanis yang telah digelar pada 12 Juni 2004 di Gedung Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara dan mendapat dukungan penuh dari Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara.

FKBNI menilai, kesadaran Bela Negara di masyarakat masih rendah. Karena itu, pendekatan humanis dipilih untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui tindakan nyata di bidang sosial dan budaya.

“Kita ingin membangun karakter bangsa yang sadar, tangguh, dan cinta tanah air. Bela Negara Humanis adalah jalan membina masyarakat Sumatera Utara agar benar-benar beradab dan bersih dari narkoba,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof. Saiful Anwar Matondang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat Bela Negara di kalangan mahasiswa.

BACA JUGA :  Pengukuhan Guru Besar Hukum UINSU Prof. Arifuddin Muda Harahap Banjir Atensi & Apresiasi Berbagai Pihak

“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak sarjana, tapi juga harus melahirkan generasi yang cinta tanah air, tangguh secara moral, dan bebas dari pengaruh narkoba. Inilah wujud Bela Negara non-fisik yang paling relevan di era sekarang,” ujar Prof. Saiful.

Ia menambahkan, program Kampus Bersinar merupakan contoh nyata kolaborasi dunia pendidikan dengan komunitas masyarakat untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan berintegritas.

“Kampus harus menjadi ruang edukatif dan inspiratif. Kalau mahasiswa terbebas dari narkoba dan paham arti Bela Negara, maka mereka akan menjadi agen perubahan yang sesungguhnya,” katanya.(bj)