Nikson Nababan Disambut Hangat Masyarakat Perdagangan Simalungun

Politik, Sumut195 Dilihat

PERDAGANGAN – Antusiasme masyarakat Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun terlihat saat menyambut kehadiran Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara Nikson Nababan di daerah itu, Sabtu (29/6/2024).

Diketahui, Mantan Bupati Tapanuli Utara dua periode gencar bergerilya mengunjungi dan menyapa masyarakat di berbagai daerah Sumut termasuk di Kecamatan Perdagangan Simalungun.

Di hadapan seratusan masyarakat, Nikson membeberkan apa yang telah dilakukannya saat memimpin Taput 10 tahun lamanya.

“Bukan Sumut yg menjaga Indonesia, tapi Indonesia yang harus menjaga Sumut,” ungkap Nikson.

BACA JUGA :  Kerja Sama dengan PT Kinra Utamakan Pekerja Lokal, Bobby Nasution Optimis Serap 13.000 Tenaga Kerja di KEK Sei Mangkei

Alasannya kata Nikson, Provinsi Sumut penuh dengan perbedaan, baik agama, suku dan keberagaman budaya.

“Tuhan sudah menciptakan kita berbeda-beda. Jagalah pluralisme di Sumut,” seru Nikson.

Nikson menyebut, saat dirinya memimpin Taput, dia tidak pernah membeda-bedakan agama dan suku yang melekat pada masyarakat.

“Saya selalu bersikap adil, semua kita sama-sama warga negara Indonesia. Tidak ada mayoritas dan minoritas, sebagai pemimpin berlakulah adil,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pesawat Super Jet Air Tujuan Jakarta Tertunda Berjam-jam, Penumpang Mengeluh Dirugikan

Kerja nyata Nikson Nababan juga kerap diungkap saat bersilaturahmi bersama masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, Nikson menyebut tidak seharusnya mengeluh soal anggaran yang sedikit.

“Bahkan saya pernah menerapkan gotong-royong dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. OPD saya ajak untuk patungan. Maka selesai-lah masalah,” ungkapnya.

“Jadi tidak ada alasan anggaran APBD yang kecil menghalangi perjuangan kita membenahi daerah. Semua bisa kita selesaikan jika kita bersinergi,” ujar Politisi PDIP itu.

BACA JUGA :  Sunggal Geger, Penemuan Tulang dan Rambut Diduga Organ Manusia di Sumur

Kata Nikson, dorongan dirinya maju sebagai Calon Gubernur Sumut tujuannya untuk membangun.

“Bukan kekuasaan yang ‘merampok’. Di Sumut ini identik dengan istilah ‘Semua Urusan Mesti Uang Tunai’, akan kita ubah menjadi ‘Semua Urusan Mesti Urus Tuntas.”

“Pengangkatan jabatan, semua tidak ada pungutan apapun. Sudah saya lakukan 10 tahun di Taput. Dan akan kita terapkan di Sumut, jika Tuhan mengizinkan saya menjadi gubernur,” tutur Nikson.(*)