Aksi Begal Marak Lagi Jelang Pilkada, Ustadz Al Washliyah Jadi Korban

Hukum53 Dilihat

MEDAN – Jelang perhelatan pemilihan kepala daerah 2024, aksi begal ranmor kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini yang menjadi korban Ustadz Al Washliyah Banu Wira Baskara.

“Saya mendapat laporan, ustadz Banu Baskara menjadi korban begal di kawasan Asrama Haji Medan Jalan A.H. Nasution,” kata Ketua PD Al Washliyah Kota Medan H. Abdul Hafiz Harahap kepada media, kemarin.

BACA JUGA :  Koman Koran Desak Kejatisu Usut Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Dinkes Sumatera Utara

Dijelaskan H. Abdul Hafiz Harahap, peristiwa yang menimpa Ustadz Banu Baskara itu terjadi pada Rabu dini hari (4/9/2024).

“Sebagai pimpinan Al Washliyah di Kota Medan, saya prihatin atas kejadian tersebut. Saya juga meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus begal tersebut,” tegas Ketua PD.

Dikatakan H. Abdul Hafiz Harahap, menciptakan situasi yang aman dan kondusif, apalagi menjelang pemilihan kepala daerah sangat penting. Hal itu akan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beraktifitas.

BACA JUGA :  Kejati Sumut Hentikan Penuntutan Perkara Humanis Ayah Pukul Anak dengan Pendekatan RJ

“Untuk itu Al Washliyah Medan juga meminta kepada pemerintah daerah bersama seluruh jajaran meningkatkan sinergitas pengamanan di Kota Medan,” papar H. Abdul Hafiz Harahap.

Lebih lanjut disampaikannya, aksi begal ini jangan sampai memunculkan pandangan dan justifikasi Kota Medan tidak aman. Oleh karena itu harus ditingkatkan sinergitas dan kolaborasi untuk memastikan Kota Medan aman dan kondusif.

BACA JUGA :  Korupsi Waterfront City Danau Toba: Konsultan Pengawas Menyusul Masuk Penjara

“Kami berharap penasihat Al Washliyah Kota Medan yang juga Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution tidak bosan menghimbau aparat kepolisian menjalankan fungsinya dalam menjaga keamanan di Kota Medan. Apalagi yang menjadi korban aksi begal adalah ustadz Al Washliyah,” imbuh Abdul Hafiz Harahap.(Bj)