Ijeck Sebut Perekonomian Nasional Sebaiknya Bangkit dari Desa

Ekonomi Syariah38 Dilihat

MEDAN- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Musa Rajekshah, mengatakan perekonomian nasional sebaiknya dibangkitkan dari desa.

Sosok yang akrab disapa Ijeck ini menilai, Indonesia sebagai negara agraris, memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan dari desa-desa di seluruh penjuru negeri.

Indonesia dengan lebih dari 17.000 desa, menurut Ijeck, dapat menjadi dasar kebangkitan ekonomi jika potensi alam, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, dikelola dengan baik.

“Jika ketahanan pangan ini dijalankan dengan baik di desa-desa, saya yakin ekonomi kita akan bangkit,” ujarnya di Kantor Harian Mistar, Jalan Kejaksaan No 5EE, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Jumat (3/1/2025).

BACA JUGA :  Dukung Perkembangan Ekonomi,OJK MalukuGelar Lomba Hadrah

Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

“Kita harus kawal pembangunan ini, harus kita kawal juga masyarakat kita,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa dalam menjalankan program tersebut, tantangan besar yang dihadapi adalah pengawasan yang lemah.

Terutama terkait harga-harga komoditas pertanian yang sering kali tidak terkendali, menyebabkan kerugian bagi para petani.

“Panen raya tiba-tiba harga anjlok, petani menjadi apatis, dan regenerasi petani pun tidak ada,” ucap Ketua Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini.

BACA JUGA :  BTN Mulai Akuisisi Bank Victoria Syariah, Total Sampai Rp 1,06 T

Hal ini sebutnya, dapat membuat banyak anak muda di desa lebih memilih untuk mencari pekerjaan di kota, bahkan terjerumus dalam masalah sosial seperti perjudian online dan pinjaman online (pinjol).

Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023 ini juga menyoroti pentingnya pengaturan wilayah melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang memadai.

Menurutnya, lahan-lahan pertanian yang subur jangan sampai diubah menjadi kawasan pemukiman atau industri.

Terkait distribusi pupuk subsidi, politisi Partai Golkar ini menambahkan, Indonesia sudah memiliki infrastruktur yang baik untuk mendukung program pertanian.

BACA JUGA :  Anggota DPR RI PKB Kunker ke Kantor PKB Sumut

Namun, yang masih kurang adalah pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan distribusi pupuk sampai ke tangan yang tepat.

Ia menekankan pentingnya pemetaan potensi daerah dan edukasi kepada masyarakat terutama bagi generasi muda, agar mereka melihat peluang besar untuk sukses tanpa harus meninggalkan desa dan pergi ke kota.

“Pemetaan wilayah harus dilakukan untuk mengetahui potensi daerah yang bisa dikembangkan, apakah itu pertanian, peternakan, atau sektor lainnya,” ujarnya. (mis/isl)