Polisi Tewas Ditembak KKB di Puncak Jaya Papua

PERISTIWA92 Dilihat

PAPUA – Anggota Polres Puncak Jaya Brigadir Ronald M Enok tewas usai ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Bumiwalo Telenggen, Papua, Selasa (21/1).

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2025 Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan insiden penembakan terjadi di Kampung Lima-Lima, Pagaleme, Puncak Jaya.

Faizal mengatakan ketika itu korban sedang mengantri untuk membeli minyak tanah di sebuah APMS di Kampung Lima-Lima. Dalam perjalanan pulang, kata dia, korban kemudian diserang oleh KKB hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

BACA JUGA :  Masyarakat Adat Kecamatan Ujung Batu Gelar Unjukrasa, Minta PT. PLP Kembalikan Tanah Ulayat

“Polres Puncak Jaya bersama Satgas Ops Damai Cartenz-2025 telah bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan saat ini jenazah korban sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mulia untuk menjalani proses visum. Faizal mengatakan rencananya jenazah akan langsung diterbangkan ke Jayapura untuk dimakamkan.

BACA JUGA :  Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda: Mahasiswa Robohkan Barier Beton

“Kami memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Saat ini, langkah-langkah investigasi sedang dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi ini,” tuturnya.

Sebelumnya satu anggota Satgas Damai Cartenz Briptu Iqbal Anwar Arif juga menjadi korban penembakan oleh KKB. Iqbal meninggal dunia usai tertembak di bagian leher saat sedang melakukan patroli rutin di Yalimo, Papua.

Insiden penembakan terhadap Iqbal terjadi pada Jumat (17/1) pukul 16.30 WIT, di sekitar PT. AMO. Ketika itu tim patroli yang terdiri dari dua kendaraan sempat berhenti saat menemukan papan melintang di sebuah tanjakan.

BACA JUGA :  Horor Erupsi Gunung Dukono, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Porter dan Pemandu Pendaki

“Saat kendaraan pertama berhenti untuk memeriksa, tembakan tiba-tiba datang dari sisi kanan tebing. Salah satu peluru mengenai Briptu Iqbal yang langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan,” tuturnya.(cnni/bj)