MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah kembali menggelar Gelegar Pesona Khazanah Ramadhan 2025 yang berlangsung di halaman Masjid Islamic Center (IC) NTB di Kota Mataram.
Kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan ini akan dilakukan pada 7 Maret hingga 22 Maret 2025. Dengan tema utamanya yakni, “Nasional Halal Fair di Negeri Seribu Masjid” untuk menjadi ajang pesta rakyat yang meriah dengan kehadiran pelaku usaha lokal.
Plt. Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Nurul Hadi, mengaku bangga dapat terlibat dalam acara tahunan tersebut.
Karena itu, pihaknya juga akan teroobat aktif untuk memperkenalkan produk-produk Bank NTB Syariah yang dapat diakses oleh UMKM dan masyarakat. “Kami berharap ini menjadi ruang yang sangat baik bagi UMKM untuk memasarkan produknya,” ujarnya, Sabtu (8/3).
Nurul mengaku bahwa Pesona Khazanah Ramadhan tahun ini juga akan melibatkan Pemerintah Kota Mataram sebagai salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Menurut dia, Pemkot Mataram juga turut mengambil peran penting, termasuk dalam penyediaan bazar UMKM yang menghadirkan beberapa distributor untuk mengisi stand yang telah disiapkan.
“Nanti akan ada sebanyak 45 tenda yang akan disediakan secara gratis dan akan diisi oleh 85 pelaku UMKM, dengan mayoritas bergerak di sektor kuliner. Selain itu, pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan juga diberikan ruang agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari event ini,” jelas Nurul Hadi dikutip Posbali.
Ia menegaskan, bahwa masyarakat juga dapat menikmati pasar murah yang berlangsung sepanjang acara. Harapannya, hal ini akan semakin banyak yang bisa berpartisipasi dan merasakan manfaatnya.
Nurul Hadi melanjutkan bahwa sebagai upaya mendukung transformasi digital, event ini juga menerapkan sistem pembayaran nontunai menggunakan QRIS untuk kemudahan berbelanja.
Dengan sistem ini, masyarakat yang tidak membawa uang tunai tetap bisa bertransaksi dengan mudah.
“Kami ingin mendidik dan membiasakan masyarakat untuk menggunakan transaksi nontunai, tetapi tetap tidak mengecualikan penggunaan tunai. Ini bagian dari edukasi untuk mempermudah transaksi keuangan,” kata Nurul Hadi.
Ia menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah sebagai bank milik masyarakat NTB dan sahabat UMKM berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku usaha melalui berbagai produk keuangan yang inovatif. Serta, bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memberikan edukasi dan penguatan kepada UMKM.
“Dengan adanya event ini, diharapkan sektor UMKM di NTB semakin berkembang dan mampu bersaing untuk memperkuat perekonomian daerah,” jelas Nurul Hadi.
Sementara itu, pada tahun 2025 ini, Pemprov NTB melibatkan sebanyak 90 UMKM di event Pesona Khazanah Ramadhan 2025.
Sebagian besar UMKM yang dilibatkan menjual kuliner untuk menu berbuka puasa. Selama gelaran Pesona Khazanah Ramadan 2025, Pemprov NTB menargetkan jumlah transaksi mencapai Rp4 miliar.
“Tahun ini beda dengan tahun kemarin. Kemarin perputaran ekonomi dari event Pesona Khazanah Ramadan 2024 sebesar Rp3,1 miliar. Mudah-mudahan, tahun ini bisa menjadi Rp4 miliar sampai Rp5 miliar,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Maladi di Mataram, Sabtu (8/3) kemarin.
Menurutnya, pada tahun 2024, UMKM yang dilibatkan sebanyak 60 UMKM. Sedangkan tahun ini meningkat menjadi 90 UMKM.
Jamaluddin mendaku bahwa Pesona Khazanah Ramadan 2025 juga dirangkaikan dengan kegiatan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Selama kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan, transaksi menggunakan QRIS atau pembayaran non tunai. Beberapa kegiatan yang akan mengisi event ini antara lain pertunjukan fesyen muslim, e-sport yang muslim-friendly, lomba hafalan Alquran lomba mewarnai kaligrafi, serta pameran Alquran dan kuliner halal.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri menyebutkan pihaknya menyiapkan 46 tenda untuk UMKM. Masing-masing tenda diisi dua pelaku UMKM, sehingga total UMKM yang dilibatkan sebanyak 90.
Dia menjelaskan UMKM tidak dikenakan biaya sewa alias free. “Tenda ini free, uangnya dari sponsor Bank NTB Syariah,” ucap Masyhuri.
Masyhuri mengatakan sebagian besar UMKM yang dilibatkan adalah kuliner. Sehingga akan memudahkan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa mencari menu berbuka.
Untuk menjamin keamanan pangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram.
Dinas Koperasi dan UKM NTB menggandeng BBPOM Mataram untuk melakukan pengawasan keamanan pangan yang dijual UMKM dan pedagang asongan selama event Pesona Khazanah Ramadhan 2025. (pos/isl)
