MEDAN- Kota Medan, khususnya bagian utara sangat membutuhkan perhatian dan pergerakan yang lebih masif lagi dalam mengatasi permasalahan kesehatan anak yang sedang berkembang. Untuk itulah sangat diharapkan peran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumut untuk memberikan edukasi.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumut di Balai Kota, Senin (24/3/2025). Selain bersilaturahmi, kedatangan IDAI Cabang Sumut ini juga bertujuan untuk berdiskusi mengenai kesehatan anak di Kota Medan.
“Medan bagian Utara sangat membutuhkan perhatian dan pergerakan yang lebih masif lagi dalam mengatasi permasalahan kesehatan anak,” kata Rico Waas.
Diungkapkan Rico Waas, permasalahan stunting banyak terjadi di Medan bagian Utara. Oleh sebab itu, dirinya sangat berharap IDAI Sumut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga yang terdapat ibu hamil dengan lebih memperhatikan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama.
“Di masa pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupannya, dibutuhkan perhatian terhadap kesehatan sang anak sehingga sangat diperlukan peran dari dokter anak. Sebab, kesehatan menjadi bagian penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, kata Rico Waas, juga dibutuhkan upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan keluarga, bahkan pada saat mendaftarkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Diharapkannya, pihak KUA harus memberikan edukasi agar pasangan yang akan menikah dapat mempersiapkan diri sejak awal.
Ketua IDAI Cabang Sumut dr Rizky Adriansyah MKed (Ped) SpA(K) menyampaikan, sudah menjadi komitmen mereka untuk menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan berbagai program kesehatan, seperti menurunkan angka kematian bayi, penanganan stunting, dan peningkatan layanan kesehatan anak.
“Kami memiliki program unggulan Pediatric Social Responsibility, di mana dalam program ini para dokter spesialis anak turun langsung ke puskesmas untuk mendampingi dokter umum dalam pelayanan kesehatan anak,” jelas dr Rizky. (isl)
