Polemik Penolakan Pendirian Gereja Toraja di Sungai Keledang, Anggota DPRD dari Partai Gelora Siap Mediasi Kedua Belah Pihak

Politik, Viral135 Dilihat

SAMARINDA – Polemik penolakan pendirian Gereja Toraja di Kelurahan Sungai Keledang Kecamatan Samarinda Seberang kembali memanas. Sebelumnya, spanduk penolakan warga terpasang di sejumlah titik dan menjadi viral pada Senin (26/5/2025) lalu.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Harminsyah memberikan responsnya terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, pendirian rumah ibadah sejatinya perlu mengacu pada mekanisme dan prosedur sesuai hukum yang berlaku.

“Bahwa pada dasarnya semua sudah ada mekanisme dan prosedurnya,” kata Harmin dilansir Kalitimtoday.

Lebih lanjut, Harmin menegaskan apabila pendirian suatu rumah ibadah telah melengkapi segala persyaratan termasuk kelengkapan dokumen administrasi, maka tak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan penolakan.

BACA JUGA :  Usai Dipercaya Jadi Menteri, Posisi Meutya Hafid di DPR Akan Digantikan Maruli Siahaan

“Jika pendirian gereja tersebut memang sudah memiliki kelengkapan syarat-syaratnya maka tentu semua pihak harus menghormati dan menaati,” tegas anggota legislatif dari Partai Gelora itu.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara Harmin, polemik penolakan pendirian gereja di kawasan tersebut mengarah kepada cacat hukum. Utamanya dalam proses memperoleh persetujuan warga sekitar.

“Namun case di Keledang setelah saya coba menggali dan menelusuri informasi yang ada bahwa ada cacat moral dan tidak etis bahkan mengarah ke cacat hukum terkait proses mendapatkan persetujuan warga sekitar.”

BACA JUGA :  Puan Minta Pemerintah Jelaskan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

“Jadi ada informasi warga menempuh jalur hukum terkait hal itu,” imbuhnya.

Terakhir, Harmin menekankan bahwa dalam batas kewenangan DPRD Kota Samarinda, pihaknya menyanggupi mediasi kedua belah pihak melalui agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) apabila diperlukan.

“Dari DPRD Samarinda, jika ada pengajuan surat masuk tentu akan ditindaklanjuti. DPRD akan mediasi dua pihak,” kunci Harmin.

BACA JUGA :  Perkuat Soliditas Antar Kader, DPD Partai Gelora Jambi Gelar Bukber

Adapun berdasarkan pantauan terakhir, beberapa spanduk penolakan telah dilepas di sejumlah titik.