Gubernur Sumut Bertemu Menteri ESDM, Jaringan Listrik Pulih

Sumut183 Dilihat

TAPANULi TENGAH – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan hasil rapat darurat terkait percepatan pemulihan listrik, energi, dan infrastruktur di wilayah terdampak bencana kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Dalam pertemuan tersebut jaringan listrik di kawasan tersebut pulih.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan diprioritaskan untuk percepatan pemulihan masyarakat.

“Kami melaporkan seluruh upaya percepatan yang sedang dilakukan di lapangan, dan memastikan setiap langkah diarahkan untuk mempercepat pemulihan warga terdampak,” ujar Bobby.

Gubernur Bobby menyampaikan bahwa pemulihan listrik ditargetkan selesai pada Jumat malam. Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah menyiapkan 40 unit genset serta 200 lampu darurat yang akan datang secara bertahap dalam dua hari ke depan.

BACA JUGA :  LLDikti Wilayah I Medan Raih Penghargaan Peringkat Terbaik Implementasi Full CMS dari Kemenkeu RI

“Listrik menjadi kebutuhan mendesak, karena itu kami percepat suplai genset dan lampu darurat untuk titik-titik yang belum teraliri,” ungkapnya.

Dalam sektor distribusi energi, dilakukan uji coba transfer BBM dari Sibolga ke Tapanuli Tengah sebagai langkah mempercepat suplai bahan bakar.

Jumlah SPBU di wilayah tersebut juga ditambah menjadi lima dan dioperasikan 24 jam. Jalur suplai LPG untuk wilayah Nias juga dialihkan dari Padang ke Sibolga guna memastikan kelancaran distribusi.

BACA JUGA :  Kloter 4 Tiba di Tanah Air, Satu Jemaah Haji Wafat Saat Mendarat di KNIA

“Kami memaksimalkan semua jalur suplai agar BBM dan LPG tetap tersedia dan tidak menghambat penanganan bencana,” kata Bobby.

Gubernur Bobby melaporkan bahwa pemerintah bersama TNI dan Polri memfokuskan perbaikan pada jalur utama menuju dan di dalam Tapanuli Tengah.

Akses yang tertutup longsor dibersihkan untuk mempercepat penyaluran energi dan logistik.

“Kolaborasi pusat, provinsi, kabupaten, TNI dan Polri sangat penting. Fokus kami membuka jalur secepat mungkin agar bantuan bisa masuk lebih cepat,” ucapnya.

Terkait antrean BBM di Kota Medan, Gubernur Bobby menyebutkan bahwa jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam ditingkatkan menjadi 60 titik dari sebelumnya 40 titik.

BACA JUGA :  Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Polda Sumut dalam Menekan Kriminalitas

Pasokan BBM juga dipastikan aman dengan bersandarnya dua kapal suplai. Patra Niaga telah menata pola distribusi agar stok tetap stabil.

“Kami memastikan pasokan BBM untuk Medan aman, dan SPBU 24 jam ditambah untuk mengurangi antrean warga,” tegasnya.

Di akhir laporannya kepada Menteri ESDM, Gubernur Bobby menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk terus mempercepat pemulihan.

“Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk memastikan energi, akses, dan logistik bagi masyarakat dapat dipenuhi secara optimal,” tutup Bobby.(bj)