KemenPPPA Tekankan Penguatan Kelompok Perlindungan Anak di Masyarakat

Nasional, News79 Dilihat

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyoroti pentingnya memperkuat peran kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa kelompok masyarakat memiliki fungsi penting dalam memberikan edukasi sekaligus melakukan deteksi dini. Peran tersebut dapat dijalankan melalui berbagai wadah yang sudah ada, seperti PKK, kegiatan keagamaan, serta lingkungan RT dan RW. Selain itu, kelompok ini juga diharapkan mampu segera mengarahkan korban ke layanan yang tepat apabila ditemukan kasus kekerasan.

BACA JUGA :  Jaksa Agung Resmikan PERSAJA Literacy Space, Dorong Jaksa Berwawasan Global

“Peran kelompok-kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat perlu kita perkuat kembali untuk terus melakukan edukasi di masyarakat melalui berbagai saluran yang ada di masyarakat, seperti PKK, kegiatan dan kelompok-kelompok keagamaan, RT/RW, serta untuk bisa merespons dengan merujuk ke fasilitas layanan terdekat bila ditemukan adanya korban kekerasan pada anak.” kata Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/2/2026)

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas meninggalnya seorang anak laki-laki di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

BACA JUGA :  DPR Sebut Banyak Oknum Polisi Pakai Narkoba: Termasuk Pangkat Tinggi

KemenPPPA juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan jika mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Pengaduan dapat dilakukan melalui layanan SAPA 129, WhatsApp di nomor 08111-129-129, maupun situs resmi pengaduan yang telah disediakan.

Lebih lanjut, KemenPPPA mengecam keras dugaan kekerasan tersebut. Indra menegaskan bahwa keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut.

“Keluarga tentu harus menjadi tempat yang diharapkan anak-anak untuk merasa aman dan nyaman, sehingga bisa tumbuh secara optimal,” kata Indra Gunawan.

BACA JUGA :  Bobby Nasution: Narkoba Sumber dari Masalah dan Kriminalitas

Sebelumnya, korban berusia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam dan luka bakar di tubuhnya. Saat peristiwa terjadi, korban tengah berada di rumah karena libur dari pesantren menjelang bulan puasa. Ayah korban yang sedang bekerja sempat dipanggil pulang oleh istrinya karena anak tersebut disebut sakit. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (ant/isl)