PSMS Gagal Bawa Poin dari Bekasi, Eko Purdjianto Kritik Kepemimpinan Wasit

Sport68 Dilihat

BEKASI– PSMS Medan harus mengakui keunggulan FC Bekasi City usai kalah 1-2 pada laga tandang di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Sabtu (28/2/2026) malam. Hasil ini membuat posisi Ayam Kinantan melorot ke peringkat enam klasemen sementara dengan 29 poin, setelah disalip Persiraja.

Dalam pertandingan tersebut, PSMS tampil tanpa kapten Kim Jeung-Ho yang absen karena akumulasi kartu. Pelatih Eko Purdjianto mempercayakan lini belakang kepada duet Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah. Sejak awal laga, kedua tim bermain terbuka dan saling melancarkan serangan, namun skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah langsung tancap gas. FC Bekasi City sukses memecah kebuntuan lewat gol Ramadhan yang memanfaatkan umpan Ezechiel N’Douassel. Keunggulan tersebut membuat tekanan kepada PSMS semakin besar.

BACA JUGA :  Jawa Timur Sabet Emas PON XXI di Cabor Renang 5000 Meter Perairan Terbuka Putri

Tim tamu berupaya bangkit melalui duet Felipe Cadenazzi dan Clayton di lini depan. Namun rapatnya pertahanan Bekasi City menyulitkan PSMS menciptakan peluang bersih. Situasi makin berat setelah Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.

PSMS sempat mencetak gol penyeimbang melalui Clayton, tetapi dianulir setelah wasit melakukan pengecekan VAR. Tak lama berselang, justru Ikhsan Chan—mantan pemain PSMS—menambah keunggulan bagi Bekasi City menjadi 2-0.

Harapan sempat muncul ketika Felipe Cadenazzi memperkecil skor pada menit ke-80. Gol tersebut membangkitkan semangat PSMS untuk mengejar ketertinggalan. Namun pada menit ke-88, Erwin Gutawa diganjar kartu merah sehingga membuat perjuangan tim semakin sulit. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk tuan rumah tetap bertahan.

BACA JUGA :  Daftar Lengkap Tim Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2025/26

Usai laga, Eko Purdjianto mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai gol cepat di awal babak kedua memengaruhi mental timnya dan menyebut sejumlah keputusan wasit berdampak pada jalannya pertandingan.

“Kami sudah mengingatkan pemain untuk tetap menghormati wasit. Namun ada beberapa keputusan yang cukup memengaruhi konsentrasi tim. Ini akan menjadi bahan evaluasi dan kami berencana melaporkannya ke komisi wasit,” ujar Eko.

Ia juga menyoroti pemberian kartu yang dinilai tidak seimbang. Meski demikian, Eko tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya dan menegaskan timnya tidak akan menyerah dalam perebutan posisi hingga akhir musim.

“Clayton main bagus, cuma belum cetak gol. Kiper Bekasi juga bagus. Untuk peluang PSMS, secara pribadi saya tetap fight sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tapi kami akan maksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil yang lebih baik,” ucap Eko.

BACA JUGA :  POPKOT Medan, Ketum Porserosi Sumut Yasir Ridho Lepas Laga Final Cabor Sepatu Roda di Arena Jalan Pancing

Nada kecewa juga disampaikan pemain PSMS, Nazar Nurzaidin. “Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan referee. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi hasil pahit bagi PSMS sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri. Setelah masa istirahat, PSMS dijadwalkan menjamu PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara. (r/isl)