Kenaikan BBM Dampak Geopolitik, HARI Desak Pemerintah Kendalikan Ekonomi Nasional

Bisnis163 Dilihat

 

MEDAN – Ketua DPP Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, menyoroti dampak konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap perekonomian Indonesia, khususnya terkait lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, gejolak internasional tersebut memiliki korelasi langsung terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk berpotensi memengaruhi belanja negara baik dalam APBN maupun APBD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

BACA JUGA :  DPP HARI Kecam Keras Karnaval Satanik di Pekalongan, Kementerian Agama Diminta Bertindak

“Peristiwa internasional seperti konflik di kawasan Teluk berdampak signifikan terhadap dalam negeri. Kenaikan harga BBM, khususnya solar industri, menjadi salah satu efek nyata yang saat ini dirasakan,” ujar Nezar kepada wartawan, Rabu (6/5/2026) malam.

Ia menjelaskan, lonjakan harga solar industri yang kini mencapai kisaran Rp30.000 per liter memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha. Para pelaku industri yang selama ini bergantung pada BBM non-subsidi menghadapi kenaikan biaya produksi yang drastis.

BACA JUGA :  Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia

“Akibatnya, banyak pengusaha kesulitan untuk mempertahankan produksi. Ini berdampak pada distribusi barang ke masyarakat, termasuk sektor industri seperti plastik, impor, dan sektor lainnya yang bergantung pada energi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nezar menilai kondisi ini memicu ketidakstabilan harga di tingkat konsumen dan berpotensi memperburuk daya beli masyarakat.

“Kenaikan yang sangat signifikan ini membuat harga barang menjadi tidak menentu dan berisiko merusak struktur perekonomian rakyat,” tegasnya.

BACA JUGA :  BI Sulsel Catat Transaksi Rp1,35 Miliar di Wastra Heritage Market 2026

Untuk itu, ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret guna mengendalikan dampak ekonomi dari kenaikan harga BBM global.

“Pemerintah harus segera hadir dengan kebijakan strategis, misalnya melalui skema subsidi bagi pelaku usaha atau langkah pengendalian harga agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” pungkasnya. (bj/isl)