Prabowo Bahas Transformasi GBK, Hilirisasi EV, dan Ketahanan Energi

Nasional, Politik18 Dilihat

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan ekonomi nasional, pengembangan pariwisata, hilirisasi industri, serta ketahanan energi.

Tiga poin utama yang dibahas:

1. GBK Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata dan Ekonomi Baru

Pemerintah akan melakukan penataan besar kawasan Gelora Bung Karno seluas sekitar 200 hektare. Revitalisasi mencakup kawasan mulai dari Hotel Sultan hingga area lapangan golf.

BACA JUGA :  Wujudkan Siswa Gembira Belajar, Pj Gubernur Sulsel Minta Kepsek Berinovasi

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat sport tourism dengan standar kelas dunia serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

2. Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Segera Diresmikan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dan PT Aneka Tambang Tbk telah rampung.

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Kasus Timah

Ekosistem tersebut direncanakan akan diresmikan pada akhir Juli mendatang sebagai bagian dari percepatan hilirisasi industri kendaraan listrik nasional.

3. Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Presiden Prabowo menginstruksikan agar pasokan listrik masyarakat tetap stabil dan berjalan optimal.

Pemerintah telah mengambil langkah penguatan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) serta membentuk tim pengadaan batu bara gabungan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan.

BACA JUGA :  Badan Pemulihan Aset Lelang Barang Rampasan Negara Perkara Penambangan Ilegal di Sulawesi Tenggara

Saat ini, cadangan energi nasional disebut berada dalam kondisi aman dengan stok di atas 20 hari.

Melalui pembangunan infrastruktur strategis, hilirisasi industri, dan penguatan energi, pemerintah mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. (bc)