Israel Mulai Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan, Ini Isi Kesepakatan Terbarunya

Internasional19 Dilihat

Lebanon – Pemerintah Lebanon memasuki fase baru dalam upaya memulihkan stabilitas di wilayah selatan setelah dimulainya implementasi kesepakatan kerangka kerja dengan Israel.

Tahapan awal kesepakatan tersebut ditandai dengan rencana penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan yang berada di kawasan perbatasan Lebanon selatan.

Kesepakatan itu diumumkan setelah putaran kelima pembicaraan antara delegasi Beirut dan Tel Aviv yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat. Proses diplomasi tersebut menjadi salah satu perkembangan penting setelah hubungan kedua pihak selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan keamanan.

Menurut keterangan resmi Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat, penarikan pasukan Israel akan diikuti dengan pengerahan personel Angkatan Bersenjata Lebanon ke wilayah yang sebelumnya menjadi area operasi militer.

BACA JUGA :  Pertemuan Prabowo-Erdogan Jadi Momentum Indonesia Tingkatkan Diplomasi di Tingkat Global

Selain penguatan kehadiran aparat negara, kesepakatan tersebut juga mencakup langkah pengamanan berupa pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata yang berada di luar struktur resmi negara.

Pihak Kedutaan Lebanon menyebut penerapan di dua wilayah percontohan merupakan tahap awal sebelum proses diperluas secara bertahap ke kawasan lainnya.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi menuju penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon sesuai kerangka kesepakatan yang telah disusun.

BACA JUGA :  Tiap Bulan, Seribu Tentara Israel Masuk Rumah Sakit

“Penerapan di kawasan percontohan menjadi fase pertama menuju penarikan penuh dengan tetap menghormati kedaulatan Lebanon,” demikian inti pernyataan pihak Kedutaan Lebanon.

Pemerintah Lebanon menegaskan proses tersebut berjalan melalui koordinasi lintas lembaga negara di bawah kepemimpinan Presiden Joseph Aoun bersama Perdana Menteri Nawaf Salam.

Keduanya disebut mendorong jalur diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik dan menghindari eskalasi bersenjata.

Pemerintah Lebanon menilai pendekatan dialog politik menjadi strategi penting untuk menciptakan stabilitas jangka panjang sekaligus memperkuat kedaulatan negara atas wilayahnya.

Pengamat hubungan internasional menilai keberhasilan tahap awal implementasi kesepakatan akan menjadi indikator penting bagi keberlanjutan proses perdamaian di kawasan.

BACA JUGA :  Selat Hormuz Ditutup, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Jika berjalan sesuai rencana, langkah tersebut dapat membuka peluang peningkatan keamanan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel serta mengurangi potensi konflik lanjutan.

Meski demikian, pelaksanaan kesepakatan masih akan mendapat pengawasan ketat mengingat situasi keamanan di Lebanon selatan yang kompleks.

Komitmen seluruh pihak dalam menjalankan isi perjanjian dinilai menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan proses tersebut.

Bagi Lebanon, kesepakatan ini bukan hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjadi momentum mempertegas kedaulatan nasional melalui jalur diplomasi. (bc/isl)