Koperasi Merah Putih Banjarsari Raup Omzet Rp300 Juta dalam Enam Bulan, Jadi Contoh Ekonomi Kerakyatan

Bisnis14 Dilihat

Surakarta – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, mencatat perkembangan yang signifikan dengan membukukan omzet lebih dari Rp300 juta sepanjang Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut menjadikan koperasi ini sebagai salah satu contoh keberhasilan penguatan ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah.

Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, mengatakan koperasi yang mulai beroperasi sejak September 2025 itu didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Surakarta.

Berawal dari sebuah garasi dengan hanya 32 anggota, kini jumlah anggota koperasi telah berkembang menjadi sekitar 130 orang.

BACA JUGA :  BKN Regional VI Medan Bungkam Saat Didemo, AMPH Soroti Dugaan Kecurangan Ujian Koperasi Merah Putih

“Koperasi kami berdiri dan bergerak untuk melayani masyarakat dalam penyediaan gerai sembako. Kemudian kami juga bekerja sama dengan UMKM di Kota Surakarta,” ujar Budi, Minggu (12/7).

Selain menyediakan kebutuhan pokok, KKMP Banjarsari juga berperan sebagai off taker yang menyerap dan membantu memasarkan produk-produk UMKM sehingga pelaku usaha memiliki kepastian pasar.

Di sisi lain, koperasi juga berfungsi sebagai hub distribusi sembako dengan menggandeng Bulog, ID Food, serta sejumlah distributor lainnya. Pola tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan pasokan, memperpendek rantai distribusi, dan menghadirkan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat.

“Kami berperan sebagai off taker terhadap produk UMKM dan juga menjadi hub untuk kebutuhan sembako bagi warga,” kata Budi.

BACA JUGA :  Ini Panduan Memulai Investasi di Awal 2022 

Setelah mencatat sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp2 juta pada akhir 2025, koperasi optimistis kinerja keuangan akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026.

“Saya meyakini pada akhir tahun nanti omzet maupun SHU akan meningkat lebih tajam,” ujarnya.

Keberhasilan KKMP Banjarsari menjadi salah satu gambaran awal implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah didorong pemerintah sebagai strategi memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah untuk menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan melalui penguatan kelembagaan koperasi.

BACA JUGA :  RUU Perkoperasian Diharapkan Kuatkan Koperasi di Ekonomi Syariah

Untuk memastikan keberlanjutan program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam sistem pembelajaran melalui Program Insersi Pendidikan Perkoperasian.

Program yang menjadi pelopor di Indonesia itu menyasar sekitar 6,38 juta peserta didik, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.

“Kami punya konsep insersi pendidikan koperasi karena pemahaman terhadap konsep koperasi belum dipahami secara utuh. Harapannya, generasi muda memiliki pemahaman sejak dini tentang koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan,” kata Sumarno. (ant/isl)