Medan– Pencapaian lebih setengah abad menjadi momen syukur M Arif Tanjung di peringatan hari miladnya, di Medan, pada Minggu (12/7/2026). Tampak ‘meleleh’ alias haru saat menerima berondongan ucapan selamat dari sejawat.
Digelar di Warkop Agam Teratai, Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, rangkaian peringatan milad ke-52 sosok pemerhati sosial itu digeber sejak pukul 9 pagi sampai sore hari.
Start sedari pagi karena Arif Tanjung membuka acaranya dengan nonton bareng (nobar) laga perempatan final Piala Dunia 2026.
Tentu sambil breakfast. Menyantap ragam menu sajian warkop itu.
Satu per satu dari puluhan tamu yang hadir diketahui berasal dari dua habitat profesi: jurnalis dan aktivis LSM.
Tahun ke tahun menjadi pemerhati sosial Sumatera Utara, terutama Medan, Arif Tanjungmemang dikenal familiar di kalangan dua kubu watch dog demokrasi itu.
Suasana nobar pembuka acara milad itu berlangsung seperti jamaknya keseruan nobar laga sepak bola internasional.
Riuh diseling ha ha hi hi bernada omel puji atau prediksi hasil laga ‘pecah’ saban momen gol tercipta. Pun ketika ketegangan terjadi di mulut gawang.
Pun saat ending laga kemarin berujung pesta girang Argentina karena menekuk Swiss 3-1.
“Ayo ayo … mana lagunya. Ayo putar (‘Selamat Ulang Tahun’ dari Jamrud),” seru seorang laki di antara sekumpulan tamu, memberi aba-aba masuk ke acara inti.
“Ayo mana kue (tart-nya). Mana lilinnya. Ayo mana piring kecil,” imbuhnya seiring semua tamu berdiri mengelingi pemilik hajat.
Di sesi inilah mata Arif Tanjung tampak berkaca-kaca. Terutama saat satu per satu sahabat menyuapi kue tart seraya mengucap doa atau harapan baik untuk kehidupannya.
Berlanjut ke acara hiburan hingga ditutup makan siang bersama, Arif Tanjung tampak senang hari miladnya diperingati dengan jalinan keakraban wartawan dan pegiat LSM. (r/isl)
