Prabowo: TNI-Polri Harus Profesional, Solid, dan Bebas dari Loyalitas Korps yang Sempit

Nasional11 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan dua institusi yang sangat vital bagi keberlangsungan bangsa dan negara. Karena itu, keduanya harus menjadi institusi yang kuat, profesional, solid, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

“TNI dan Polri adalah dua institusi yang vital bagi kelangsungan hidup negara. TNI dan Polri harus kuat, TNI dan Polri harus profesional, TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit. Integritas adalah kehormatan seorang perwira,” tegas Prabowo.

Dalam amanatnya, Presiden juga mengingatkan para perwira muda agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan negara.

BACA JUGA :  Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan jabatan, hingga keterlibatan dalam narkoba, perjudian, maupun pelanggaran hukum lainnya merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

“Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya. Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu,” ujar Presiden.

Prabowo mengingatkan bahwa seluruh fasilitas yang diterima prajurit TNI dan anggota Polri berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, setiap perwira memiliki kewajiban moral untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat.

“Ingatlah selalu, Saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat, gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat,” katanya.

BACA JUGA :  Polri Diminta Ungkap Sosok Pemberi Perintah Anggota Densus 88 yang Terciduk Intai Jampidsus

Presiden juga menekankan bahwa masyarakat tidak menuntut aparat yang sempurna, melainkan sosok yang jujur, berani, adil, serta hadir ketika dibutuhkan.

“Rakyat tidak menuntut Saudara sempurna, rakyat menuntut Saudara jujur, Saudara berani, Saudara adil, dan selalu Saudara muncul dan hadir ketika dibutuhkan. Ingat jabatan hanya titipan, pangkat akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang telah merelakan putra-putrinya mengabdi sebagai perwira TNI dan Polri.

BACA JUGA :  58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Perang AS-Israel dan Iran 

“Terima kasih bahwa bapak-bapak dan ibu-ibu merelakan putra-putrinya menjadi milik bangsa dan rakyat. Di balik setiap perwira yang berdiri tegak hari ini, ada doa seorang ibu, keteguhan seorang ayah, pengorbanan sebuah keluarga,” ucapnya.

Menutup amanatnya, Presiden menitipkan masa depan bangsa kepada para perwira lulusan 2026. Ia meminta mereka memimpin dengan keteladanan, menjaga kesetiaan kepada negara, serta mengabdikan diri secara tulus demi kepentingan rakyat Indonesia.

“Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini. Berjuanglah dengan keberanian, memimpinlah dengan keteladanan. Pemimpin memimpin dari depan, memimpin dengan contoh. Berbakti, mengabdi dengan tulus dan ikhlas. Bangsa dan negara serta rakyat Indonesia menanti darmabaktimu,” tegas Prabowo. (bc/isl)