BKN Puji Sulsel Jadi Rujukan Nasional Penerapan Manajemen Talenta ASN

Nasional51 Dilihat

MAKASSAR — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam menerapkan manajemen talenta bagi aparatur sipil negara (ASN).

Zudan bahkan menyebut Sulsel telah menjadi salah satu daerah percontohan dan rujukan nasional dalam penerapan manajemen talenta. Ia mengajak pemerintah daerah yang belum menerapkan sistem tersebut untuk belajar langsung ke Pemprov Sulsel.

“Saya ingin penerapan manajemen talenta bisa belajar ke Sulsel. Provinsi yang belum menerapkan, silakan datang ke Sulsel,” ujar Zudan, Selasa (25/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Zudan saat membuka Ekspose Manajemen Talenta Tahap II Instansi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Nanang Subandi, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Sulsel.

Zudan, yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulsel, mengungkapkan salah satu faktor utama yang membuat penerapan manajemen talenta di Sulsel berjalan cepat adalah kuatnya komitmen pimpinan daerah.

Menurutnya, Sulsel menjadi provinsi di luar Pulau Jawa yang telah 100 persen melaksanakan manajemen talenta di lingkungan pemerintahan daerah.

“Kalau ada yang bertanya kenapa Sulsel cepat dalam manajemen talenta, ya karena Gubernurnya Bapak Andi Sudirman Sulaiman,” ungkap Zudan.

BACA JUGA :  Wakasatgas PRR TNI Tinjau Pembangunan Huntap di Padang Sidimpuan dan Progres Jembatan Garoga

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa manajemen talenta tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan administratif bagi pejabat eselon maupun ASN.

Menurutnya, sistem tersebut harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.

“Kita ingin menjadikannya sebagai fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, berorientasi pada hasil, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Ia mengatakan, progres Sulsel dalam penerapan manajemen talenta menunjukkan adanya implementasi nyata dalam pengelolaan sumber daya aparatur, bukan sekadar pencapaian secara kuantitatif.

Andi Sudirman menyebut penerapan sistem tersebut mulai memberikan manfaat dalam penempatan ASN pada posisi strategis.

BACA JUGA :  BKN Profiling 815 ASN Guru Pemprov DKI, Prof. Zudan Tekankan Peran Guru Bentuk Masa Depan Generasi

“Hari ini kita sudah merasakan manfaat dari talent full kepada pejabat eselon maupun ASN, untuk memastikan orang-orang yang ditempatkan pada posisi tertentu benar-benar sesuai dengan kompetensi, kapasitas dan potensinya,” jelasnya.

Hingga saat ini, 13 instansi pemerintah daerah kabupaten/kota di Sulsel telah mendapatkan persetujuan penerapan Manajemen Talenta.

Sementara dalam Ekspose Tahap II yang digelar hari ini, sebanyak 11 kabupaten/kota kembali mengikuti proses penilaian dan ekspose penerapan manajemen talenta.

Capaian tersebut memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu daerah terdepan dalam membangun sistem pengelolaan ASN berbasis kompetensi, kapasitas, potensi, dan kinerja. (bc/isl)