Dapat Selamat dari Gubernur Lemhannas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti Sukses Jalani PPNK Angkatan 73

Nasional47 Dilihat

JAKARTA – Menjalani profesi sebagai dokter tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M hanya berkutat pada rutinitas di dunia kesehatan. Kepeduliannya terhadap masa depan bangsa mendorong dokter asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, itu untuk memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme, serta nilai-nilai bela negara melalui Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI.

Dr. Hj. Nadya Isra Miranti merupakan salah satu peserta PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI yang dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian program. Atas keberhasilannya tersebut, ia memperoleh sertifikat yang ditandatangani langsung Gubernur Lemhannas RI Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., serta PIN Lemhannas RI yang pemasangannya dilakukan secara simbolis pada acara penutupan.

Saat ditemui awak media di sela kesibukannya di sebuah klinik di Jati Negara, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2026), dr. Nadya menceritakan pengalamannya mengikuti program tersebut.

Menurutnya, PPNK Angkatan 73 diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa.

“Program yang kami ikuti kemarin adalah Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, TNI dan Polri,” ujar dr. Nadya.

Ia menjelaskan, rangkaian pendidikan berlangsung selama sekitar sepekan, mulai 10 hingga 18 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan di Lemhannas RI dan ditutup di Mako Brimob Kepala Dua, Depok.

BACA JUGA :  Taput Diguncang Gempa Berkekuatan M 3,2

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita, Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Dr. Nadya yang merupakan putri Minang asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, mengatakan keikutsertaannya dalam PPNK dilandasi kesadaran bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan sangat penting bagi setiap warga negara.

“Kami mengikuti kegiatan ini karena nilai-nilai kebangsaan sangat penting sebagai warga negara Republik Indonesia. Di bangku sekolah sekarang kita tidak lagi mendapatkan pelajaran P4 seperti dahulu. Untuk mengimbangi pengetahuan terkait nilai-nilai kebangsaan, Lemhannas menjadi salah satu tempat yang tepat,” katanya.

Menurutnya, selama mengikuti program tersebut, peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi secara langsung dengan para narasumber yang kompeten. Hal itu memberikan pemahaman yang lebih luas dan komprehensif mengenai berbagai persoalan kebangsaan.

“Alhamdulillah, kami bisa berdiskusi langsung dengan narasumber yang kompeten sehingga mendapatkan wawasan secara komprehensif,” ujarnya.

Dokter yang menyelesaikan pendidikan S1 Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Batam dan S2 Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M.) di Institut Kesehatan Helvetia Medan tersebut juga mengungkapkan pengalaman menarik selama mengikuti pendidikan.

Para peserta, kata dia, dibagi ke dalam sejumlah kelompok. Pembagian kelompok tersebut membuat peserta menghadapi dinamika dan perbedaan pandangan dalam membahas berbagai persoalan bangsa.

BACA JUGA :  Marak Begal, Dedi Mulyadi Usulkan Aparat Bersenjata di Titik Rawan

“Dalam pendidikan tersebut kami juga dibagi beberapa kelompok. Di sanalah terjadi dinamika dan perbedaan pandangan yang justru memperkaya kami dalam melihat berbagai persoalan kebangsaan,” jelasnya.

Namun, salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi dr. Nadya adalah ketika peserta mengikuti berbagai simulasi dan permainan atau games yang menguji kekompakan serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

“Hal yang paling berkesan bagi kami adalah ketika adanya simulasi melalui permainan games. Di sanalah kekompakan kami diuji dalam sebuah tim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Nadya menilai ilmu yang diperolehnya selama mengikuti PPNK, terutama terkait nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Ia berharap wawasan tersebut dapat diimplementasikan dalam profesinya sebagai dokter, terutama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ilmu yang kami dapat terkait nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa sangat bermanfaat. Semoga kami dapat mengimplementasikannya di dunia kerja, khususnya dunia kerja yang saya geluti,” tuturnya.

Menurutnya, profesi dokter memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat karena setiap hari berhadapan dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan pelayanan kesehatan.

“Setiap hari kami berurusan dengan masyarakat yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Dengan nilai-nilai ini, saya berharap bisa lebih peka terhadap kondisi masyarakat, termasuk menentukan mana yang harus diprioritaskan untuk ditangani,” katanya.

BACA JUGA :  Kasus 'Harun Masiku' Berlanjut, KPK Segera Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto 

Dr. Nadya optimistis penerapan nilai-nilai kebangsaan dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Jika nilai tersebut mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja, maka akan memberikan kontribusi terhadap upaya membangun kemandirian bangsa.

“Kalau kita telah menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam lingkungan sendiri, otomatis kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” ujarnya optimistis.

Mengakhiri keterangannya, dr. Nadya menyampaikan semboyan Lemhannas RI, “Tanhanna Dharmma Mangrva”, yang memiliki makna “Tiada Kebenaran yang Mendua.”

PPNK Angkatan ke-73 Lemhannas RI sendiri mengusung nama angkatan Nusantara Adikara. Para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan dinyatakan memenuhi syarat memperoleh sertifikat sebagai bukti kelulusan.

Sertifikat tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Lemhannas RI Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Selain itu, para peserta juga mendapatkan PIN Lemhannas RI yang pemasangannya dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Lemhannas RI pada acara penutupan.

Keikutsertaan dr. Hj. Nadya Isra Miranti dalam PPNK Angkatan 73 menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk memperluas wawasan di luar bidang kesehatan sekaligus memperkuat kontribusi sebagai bagian dari masyarakat dalam membangun karakter, kemandirian, dan ketahanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (bc/isl)