MATARAM – Putri Mahkota Swedia, Victoria, dijadwalkan mengunjungi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 5–6 September 2026. Kunjungan tersebut akan menyoroti berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, konservasi lingkungan, hingga pelestarian kebudayaan masyarakat adat.
Putri Mahkota Victoria datang ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Duta Kehormatan atau Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP), bukan במסגרת kunjungan kenegaraan Pemerintah Swedia.
Kunjungan ke Lombok merupakan bagian dari rangkaian lawatan Victoria ke Indonesia yang berlangsung pada 4–8 September 2026. Dalam agenda tersebut, ia dijadwalkan melihat langsung sejumlah program pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, konservasi keanekaragaman hayati, transformasi digital, serta pertumbuhan ekonomi inklusif.
Selama berada di Lombok, Putri Mahkota Victoria akan mengunjungi sejumlah lokasi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara.
Pada Sabtu, 5 September 2026, rombongan dijadwalkan mengunjungi UPTD Bale Kita di kawasan Islamic Center Mataram. Di lokasi tersebut, Victoria akan melihat berbagai produk UMKM dan hasil industri kreatif masyarakat lokal.
Agenda kemudian dilanjutkan ke SMKN 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Putri Mahkota Victoria dijadwalkan berdialog dengan para siswa serta meninjau fasilitas pendidikan dan pelatihan kejuruan, termasuk hasil rekonstruksi gedung sekolah pascagempa.
Selanjutnya, Victoria akan mengunjungi Puskesmas Pemenang untuk melihat penerapan Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik atau SMILE.
Sistem tersebut digunakan untuk membantu memantau ketersediaan dan distribusi vaksin serta berbagai logistik kesehatan. Kegiatan hari pertama juga mencakup kunjungan ke kelompok pemberdayaan perempuan di kawasan Pemenang.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, mengatakan pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh lokasi yang masuk dalam agenda kunjungan Putri Mahkota Swedia tersebut.
“Intinya, kunjungan Putri Mahkota Victoria di Kabupaten Lombok Utara siap kami terima dengan baik. Kami akan mempersiapkan dengan matang terkait lokasi-lokasi yang akan dikunjungi,” kata Kusmalahadi.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Lombok Utara untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus berbagai praktik pembangunan berbasis masyarakat kepada dunia internasional.
“Walaupun ini bukan kunjungan kenegaraan, akan tetapi ini merupakan bagian dari kunjungan antarnegara. Hal ini patut kami apresiasi karena Lombok Utara merupakan bagian penting dari lokasi yang dikunjungi,” ujarnya.
Pada Minggu, 6 September 2026, agenda kunjungan akan difokuskan pada konservasi laut, ekonomi biru, hutan adat, serta kebudayaan masyarakat Lombok Utara.
Putri Mahkota Victoria dijadwalkan mengunjungi Gili Meno untuk berdiskusi mengenai keberlanjutan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Sejumlah kegiatan konservasi juga telah dipersiapkan, di antaranya peninjauan penangkaran penyu, pelepasan 10 ekor tukik, penanaman dua rumpun mangrove, serta pembuatan lima media berbentuk spider untuk mendukung transplantasi terumbu karang.
Agenda di Gili Meno juga akan memperkenalkan pengembangan budidaya rumput laut serta keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Setelah dari Gili Meno, rombongan dijadwalkan menuju kawasan Bayan. Di lokasi tersebut, Putri Mahkota Victoria akan mengunjungi Hutan Adat Mandala dan berjalan menuju mata air adat.
Victoria juga dijadwalkan mengikuti diskusi mengenai pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat adat serta melakukan penanaman bibit pohon beringin.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Masjid Kuno Bayan dan Desa Adat Karang Bajo. Putri Mahkota Victoria akan berdialog dengan tokoh serta masyarakat adat mengenai upaya pelestarian tradisi, lingkungan, dan warisan budaya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai praktik pembangunan berkelanjutan yang selama ini dijalankan masyarakat lokal kepada komunitas internasional.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Pemerintah Provinsi NTB, UNDP, dan berbagai instansi terkait masih terus mematangkan persiapan di setiap lokasi yang akan dikunjungi Putri Mahkota Victoria. (bc/isl)
