BKN Targetkan 600 Ribu ASN Terpetakan Tahun Ini, Profiling Dilakukan Gratis

Nasional170 Dilihat

JAKARTA — Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan sebanyak 600.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia dapat mengikuti program profiling hingga akhir 2026. Program tersebut diberikan secara gratis kepada instansi pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta ASN berbasis data.

Salah satu daerah yang mengikuti program tersebut adalah Pemerintah Kota Pekanbaru. Sebanyak 1.255 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru mengikuti profiling melalui program CACT dan PRO-ASN.

Sebelumnya, Pemkot Pekanbaru telah mengikuti asesmen pada 2025 yang melibatkan 963 ASN. Jumlah tersebut terdiri atas 194 peserta CACT dan 769 peserta PRO-ASN.

Sementara pada 2026, terdapat tiga peserta CACT dan 1.255 peserta PRO-ASN yang sedang mengikuti proses profiling. Dengan demikian, secara keseluruhan sebanyak 1.509 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru telah mengikuti profiling.

BACA JUGA :  Pimpin BKN Jadi Instansi yang Memudahkan ASN, Prof. Zudan: Untuk Apa Mempersulit Karier Orang?

Kepala BKN Prof. Zudan mengatakan, program profiling ASN tidak semata-mata menjadi proses asesmen, tetapi juga instrumen untuk mengenali potensi dan kompetensi aparatur secara lebih komprehensif.

“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujar Prof. Zudan dalam kegiatan Profiling ASN bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru yang dilaksanakan secara daring, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, sebagai salah satu kebijakan BKN pro-ASN, profiling menjadi bagian penting dalam membangun manajemen talenta ASN yang berbasis data.

Melalui profiling tersebut, berbagai aspek ASN dapat dipetakan, mulai dari potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier hingga literasi digital. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam pengembangan karier maupun penempatan pegawai secara lebih terarah.

BACA JUGA :  Membanggakan, Prof Zudan Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Terbaik Seluruh Indonesia 

Karena itu, BKN mendorong percepatan realisasi data talenta ASN secara nasional dengan target mencapai 600.000 ASN hingga akhir 2026. Setiap instansi juga tidak dikenakan biaya untuk mengikutsertakan ASN dalam program profiling tersebut.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyambut pelaksanaan program tersebut sebagai langkah awal bagi Pemkot Pekanbaru untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi sumber daya manusia aparatur.

Di lingkungan Pemkot Pekanbaru, profiling telah dilaksanakan melalui CACT dan PRO-ASN dengan bekerja sama dengan BKN serta Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.

Markarius berharap hasil pemetaan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan ASN sesuai potensi yang dimiliki sekaligus mendukung kebutuhan organisasi Pemerintah Kota Pekanbaru.

BACA JUGA :  Acara Pelepasan Mhd Syariffuddin sebagai Dir Ops Jampidsus RI Berlangsung Penuh Keakraban

“Profiling ini bukan untuk memberikan sanksi, tetapi menjadi media untuk melakukan evaluasi diri dan memetakan potensi secara jujur dan adil,” ujar Markarius.

Hasil profiling nantinya menjadi bagian dari pemetaan ASN ke dalam talent pool berdasarkan potensi dan kinerja. Para peserta juga dapat mengetahui hasil profiling melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) maupun aplikasi ASN Digital.

Dengan pelaksanaan profiling tersebut, Pemkot Pekanbaru diharapkan memiliki basis data talenta ASN yang semakin komprehensif. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier, penempatan pegawai, serta pengelolaan talenta ASN sesuai potensi dan kompetensi masing-masing. (bc/isl)