Pembangunan Jembatan Bah Boluk di Simalungun Capai Progres 41,10 Persen

Nasional, Sumut15 Dilihat

SIMALUNGUN — Pembangunan Jembatan Beton Bah Boluk yang menghubungkan Huta IV Tomuan, Nagori Bahal Batu, Kecamatan Huta Bayu Raja, dengan Huta VI Boluk Jaya, Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, terus dikebut. Hingga Rabu (7/10/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 41,10 persen.

Jembatan dengan panjang bentangan 25 meter dan lebar 3 meter ini diharapkan menjadi akses penghubung yang mempermudah mobilitas masyarakat dari kedua wilayah, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari warga.

Dalam proses pengerjaannya, personel jajaran Kodim 0207/Simalungun bersama masyarakat setempat bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan konstruksi. Pekerjaan difokuskan pada pembangunan pondasi dan struktur utama jembatan.

BACA JUGA :  Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Jalan Provinsi, Mantan Kadis BMBK Sumut Prapidkan Kejatisu: Cacat Yuridis!

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi penggalian lubang pondasi, pengerjaan sayap jembatan (wing wall), perakitan angkur dan pondasi, serta pengecoran pondasi.

Selain itu, personel dan masyarakat juga melaksanakan pembongkaran pagar besi lama serta menyiapkan struktur pendukung jembatan. Pekerjaan tersebut mencakup perakitan pelat dudukan besi IWF dan rangka tulangan jembatan, perakitan besi tapak pondasi, pengecoran lantai jembatan, serta pengerjaan bagian pondasi lainnya.

Sinergi antara personel TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur tersebut. Dengan progres yang telah mencapai 41,10 persen, pengerjaan Jembatan Beton Bah Boluk terus dilanjutkan hingga seluruh tahapan konstruksi selesai.

BACA JUGA :  Jelang Armuzna, Jemaah Haji Kloter 09 KNO Sudah Kantongi Kartu Nusuk

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan pembangunan jembatan merupakan kebutuhan penting yang dinantikan masyarakat karena berperan dalam memperlancar transportasi dan menghubungkan wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya menunjukkan kemajuan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan masyarakat terhadap kemajuan daerahnya. Kehadiran fasilitas penghubung yang memadai juga dapat memperkuat rasa memiliki serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

BACA JUGA :  Komsos Satgas Yonif 521/DY Berbagi Buku Cerita dan Alkitab di Distrik Apalapsili

Lebih dari sekadar penghubung antarkawasan, Jembatan Beton Bah Boluk diharapkan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga. Selain memperlancar arus transportasi, keberadaannya juga diharapkan mendukung kegiatan ekonomi, mempermudah akses masyarakat, serta mempererat hubungan sosial antara warga di kedua wilayah.

Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan konektivitas wilayah di Kabupaten Simalungun, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan lancar. (r/isl)