Dinkes Sumut Catat 1.766 Kasus HIV pada Januari–Juli 2026, Kelompok LSL Tertinggi

Sumut82 Dilihat

MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sebanyak 1.766 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) selama Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) menjadi kelompok dengan temuan terbanyak, yakni 865 kasus.

“Data yang kita miliki berdasarkan Januari sampai Juli ada 1.766 kasus HIV dan dominasi kasus terjadi di antara LSL dengan jumlah mencapai 865 kasus sampai bulan Agustus,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumut, dr. Nora Violita Nasution, kepada Mistar, Rabu (14/10/2026).

BACA JUGA :  Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Kapolda Sumut: Tindak Tegas Kejahatan Jalanan Apapun Bentuknya!

Selain kelompok LSL, Dinkes Sumut juga mencatat 58 temuan HIV pada wanita pekerja seksual (WPS), 23 kasus pada kelompok waria, serta enam kasus pada pengguna narkoba suntik (penasun).

Temuan HIV juga tercatat pada 51 ibu hamil. Nora mengimbau ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan atau skrining HIV guna mendeteksi infeksi sejak dini dan memungkinkan langkah pencegahan dilakukan sesegera mungkin.

BACA JUGA :  Lagi, Nama Aseng Kayu ‎Muncul di Arena Judi Ketangkasan di Jalan Kartini Asahan, Kapolda Sumut Diminta Beraksi

“Kami juga mencatatkan adanya temuan HIV pada ibu hamil dengan jumlah mencapai 51 orang. Kami juga mengimbau bagi ibu hamil untuk melakukan skrining HIV untuk dapat dilakukan pencegahan dini,” ucapnya.

Nora mengatakan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV masih menjadi tantangan dalam upaya penemuan kasus. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang enggan menjalani pemeriksaan, mengetahui status kesehatannya, maupun berkonsultasi secara terbuka dengan tenaga kesehatan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunda pemeriksaan HIV. Deteksi dini penting agar seseorang dapat mengetahui status kesehatannya dan memperoleh penanganan yang sesuai. Pemeriksaan juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penularan HIV.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut: Tidak Ada Larangan Pengajian di Masjid Gubernur

Dinkes Sumut berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan HIV serta tidak memberikan stigma dan diskriminasi kepada orang yang hidup dengan HIV. Dukungan lingkungan dan akses terhadap layanan kesehatan yang ramah menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan dan mendapatkan layanan yang dibutuhkan. (r/isl)