Kapolri Kunjungi Ponpes Tebuireng dan Ziarah Makam Gus Dur, Perkuat Sinergi dengan Ulama

News135 Dilihat

JOMBANG – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng sekaligus berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan kalangan ulama serta memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keamanan masyarakat.

Kapolri bersama rombongan tiba di Ponpes Tebuireng sekitar pukul 12.15 WIB dan disambut langsung oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Hakim Mahfudz.

BACA JUGA :  Momentum Nuzulul Qur'an, Wali Kota Bobby Ajak Masyarakat Implementasikan Al-Qur'an untuk Capai Medan Berkah

Setibanya di lingkungan pesantren, Kapolri terlebih dahulu menunaikan salat Zuhur di masjid pondok. Setelah itu, ia bersama rombongan menuju kompleks pemakaman untuk berziarah ke makam Gus Dur.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri dan rombongan memanjatkan doa serta melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Gus Dur, tokoh bangsa yang dikenal memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan keberagaman.

BACA JUGA :  112 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Polisi Ungkap Motif Pembakaran untuk Buka Lahan

Silaturahmi ke Ponpes Tebuireng dan ziarah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Polri dengan ulama, tokoh agama, dan lingkungan pesantren.

Sinergi ulama dan umara dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. Kolaborasi tersebut juga menjadi salah satu unsur pendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Melalui komunikasi dan silaturahmi yang berkelanjutan, Polri diharapkan dapat terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama dan kalangan pesantren, dalam merawat toleransi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

BACA JUGA :  Polisi Tambah Jerat Pasal Taufik Hidayat, Total Ancaman 36 Tahun Penjara

Kunjungan ini menegaskan pentingnya hubungan harmonis antara aparat negara dan tokoh agama. Ulama dan pesantren memiliki peran strategis dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, memperkuat kerukunan, dan mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang damai. (bc/isl)