Partai Masyumi Sumut Bahas Resolusi Jihad Masa Kini dan Peran Santri dalam Politik Kebangsaan

Politik, Sumut134 Dilihat

MEDAN — Partai Masyumi Sumatera Utara melalui program Diskusi Publik NGOPI (Ngobrol Politik Islami) Bersama Masyumi kembali menghadirkan ruang dialog dan edukasi politik bagi masyarakat, khususnya kalangan umat Islam, ulama, dan santri.

Diskusi yang disiarkan melalui Radio Al Fatih 107,3 FM tersebut mengangkat tema “Hari Santri: Resolusi Jihad Masa Kini: Peran Ulama dan Santri dalam Politik Kebangsaan.” Kegiatan berlangsung pada Jumat (23/10/2026) pagi.

Diskusi menghadirkan Ketua DPW Partai Masyumi Sumatera Utara, Dr. H. M. Arfan Daulay, S.Ag., M.A., sebagai narasumber pertama, serta Dr. H. Qosim Nurseha Dzulhadi, Lc., M.Ud., ulama dan pengajar di Pesantren Raudhatul Hasanah, sebagai narasumber kedua. Acara dipandu oleh Islahuddin Panggabean, S.Pd.

Dalam diskusi tersebut, pembahasan diarahkan pada pentingnya memaknai semangat Resolusi Jihad dalam konteks kehidupan kebangsaan masa kini. Semangat perjuangan ulama dan santri tidak hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga sebagai inspirasi untuk mewujudkan nilai-nilai keislaman, pengorbanan, tanggung jawab, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap bangsa.

BACA JUGA :  Dialog di Radio Al-Fatih, Rekomendasi Partai Masyumi Sumut: Banjir Medan Harus Ditangani dari Hulu ke Hilir

Ustaz Qosim Nurseha Dzulhadi menjelaskan sejarah lahirnya Resolusi Jihad serta relevansinya dengan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Menurutnya, memahami Resolusi Jihad tidak cukup hanya dengan mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga perlu disertai refleksi mengenai bagaimana semangat perjuangan tersebut diwujudkan dalam kehidupan umat dan bangsa pada masa sekarang.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran ulama yang memiliki mental mujahid pada zaman ini. Ulama tidak hanya dituntut memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga harus menunjukkan keteguhan prinsip, keberanian menyampaikan kebenaran, integritas, serta keteladanan dalam membina dan membimbing umat.

Semangat mujahid dalam konteks kekinian, sebagaimana menjadi refleksi dalam diskusi tersebut, dapat diwujudkan melalui perjuangan yang berlandaskan ilmu, akhlak, pengabdian, dan tanggung jawab sosial. Ulama diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai panutan yang memberikan arah moral, memperkuat persatuan, serta membimbing umat menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

BACA JUGA :  Kemenag Sumut Lantik Sejumlah Pejabat, Integritas dan Pelayanan Prima Jadi Fokus

Salah satu pokok pembahasan lainnya adalah peran strategis ulama dalam kehidupan berbangsa dan partisipasi santri dalam politik. Politik tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai arena perebutan kekuasaan, tetapi juga sebagai sarana memperjuangkan kemaslahatan masyarakat, menjaga persatuan bangsa, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Ulama memiliki peran penting dalam memberikan arah moral dan nilai-nilai etis dalam kehidupan politik. Sementara itu, santri sebagai generasi penerus memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dengan tetap berpegang pada nilai agama, akhlak, dan kebangsaan.

Momentum Hari Santri juga dinilai penting untuk mendorong generasi santri agar tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kapasitas kepemimpinan, intelektualitas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan politik yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua DPW Partai Masyumi Sumatera Utara, Dr. H. M. Arfan Daulay, S.Ag., M.A., menekankan pentingnya membangun kesadaran politik umat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kepentingan kebangsaan. Keterlibatan umat Islam dalam politik, menurut perspektif yang disampaikan dalam diskusi, perlu diarahkan untuk memperkuat persatuan, memperjuangkan keadilan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

BACA JUGA :  Dubes Palestina Harap Partai Masyumi Kembali Berjaya dan Konsisten Perjuangkan Nilai Islam

Melalui forum NGOPI (Ngobrol Politik Islami), Partai Masyumi Sumatera Utara berkomitmen menjadikan diskusi publik sebagai sarana pendidikan politik, pertukaran gagasan, dan penguatan literasi politik umat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang sehat antara tokoh agama, santri, generasi muda, dan masyarakat dalam membicarakan masa depan politik Islam serta kontribusinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diskusi NGOPI Bersama Masyumi dapat diikuti melalui siaran Radio Al Fatih 107,3 FM dan kanal streaming Radio Al Fatih.

“Dari semangat perjuangan ulama dan santri, kita membangun politik yang berintegritas, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa,” pungkas Dr. Arfan. (r/isl)