Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Prabowo Tegaskan Indonesia Berada di Jalur yang Benar

Nasional, Politik123 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahan Kabinet Merah Putih berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbagai program strategis nasional selama dua tahun terakhir. Capaian di bidang ketahanan pangan, penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan publik dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kepentingan dan keselamatan bangsa.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” tegas Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi strategis bagi masa depan generasi bangsa. Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, pemerintah melakukan penindakan terhadap berbagai dugaan penyimpangan sekaligus membenahi pelaksanaannya.

Dalam arahannya, Prabowo mengungkapkan bahwa 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung, 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat, serta 2.600 orang masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Makin Kuat

Presiden meminta seluruh jajaran terkait bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai tujuan.

“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Koperasi Desa hingga Renovasi Sekolah

Di sektor ekonomi kerakyatan, Prabowo mengapresiasi perkembangan 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Sementara itu, pada sektor perumahan dan pendidikan, pemerintah mencatat pelaksanaan program bedah rumah yang mencapai sekitar 440 ribu unit serta renovasi hampir 90 ribu sekolah selama dua tahun pemerintahan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak dan perbaikan sarana pendidikan.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Rangkap Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil

Dalam pembangunan konektivitas wilayah, Presiden turut mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan yang dilaksanakan Satuan Tugas Jembatan. Hingga saat ini, pembangunan tersebut mendekati 5.000 jembatan yang menghubungkan sekitar 12 ribu desa.

“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” kata Prabowo.

Perkuat Layanan Kesehatan dan Digitalisasi Pemerintahan

Di bidang kesehatan, pemerintah terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap layanan medis melalui pembangunan rumah sakit daerah. Presiden menyampaikan bahwa pembangunan 66 rumah sakit daerah telah dianggarkan, dengan 22 di antaranya telah selesai dibangun.

Selain itu, pemerintah terus mengembangkan mal pelayanan publik dan mempercepat digitalisasi pemerintahan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperbaiki tata kelola dan penyaluran bantuan sosial agar lebih efektif.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar, memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas publik, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

BACA JUGA :  Jelang Pilkada 2024 di Deliserdang, Tokoh Ulama: Dinasti Tambunan Harus Diakhiri

Tekankan Persatuan dan Kerja Sama Kabinet

Menutup arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kabinet atas dukungan dan kerja sama selama dua tahun pemerintahan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah tokoh nasional yang bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden, yang menurutnya mencerminkan semangat persatuan dalam membangun bangsa.

“Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya, begitu banyak tokoh-tokoh nasional, terima kasih, ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa,” ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa persatuan dan soliditas seluruh elemen pemerintahan merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa capaian yang telah diraih harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kekurangan dan mempercepat pelaksanaan program prioritas.

“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkas Presiden Prabowo. (r/isl)