• INDEKS
  • Redaksi
BhinekaNews
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Sport
  • Edukasi
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Rileks
  • Ragam
  • Advetorial
  • Galeri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Sport
  • Edukasi
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Rileks
  • Ragam
  • Advetorial
  • Galeri
  • Video
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
BhinekaNews
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Sport
  • Edukasi
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Rileks
  • Ragam
  • Advetorial
  • Galeri
  • Video
Home Bisnis

KPPU Medan: Harga Jagung Mahal, Ancam Peternak Mandiri

redaksi2
2 Februari 2024
/ Bisnis
682 7
WAShare on FacebookShare on Twitter

MEDAN – Harga jagung pakan ternak di Sumateta Utara saat ini rata- rata mengalami kenaikan.

Kenaikan harga jagung pakan ternak itu mendapat perhatian Kepala Kanwil I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Ridho Pamungkas.

BeritaTerkait

Pemulihan UMKM Terdampak Bencana, Bank Sumut Siapkan Skema Berdasarkan Aturan OJK

Muhri Fauzi Hafiz Puji Gercep Tirtanadi Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Pasca Banjir

Camat Galang Ingatkan Pedagang Eceran Tidak Jual BBM dengan Harga Tinggi

Berdasarkan pantauan, harga jagung di Kota Medan pada 2 Februari 2024 adalah Rp.6.119 per kilogram.

“Harga ini jauh masih lebih tinggi dari Harga Acuan Penjualan  atau HAP jagung di konsumen yang diatur pemerintah, yaitu Rp5.000 per kilogram,” kata Ridho, Jumat (2/2/2024).

Disebutkannya, harga jagung saat ini masih bergerak fluktuatif, sempat mencapai puncaknya pada 23 Januari 2024 di harga Rp.6.500 per kilogram, meski sempat mengalami penurunan hingga Rp.5.381 per 1 Januari 2024.

Pada satu bulan terkahir ini, katanya harga jagung masih selalu di atas HAP.

Hal ini terkait dengan gangguan ketersediaan stok di sentra produksi baik di Jawa, Nusa Tengga Barat, maupun Sulawesi, yang mengalami kekeringan.

“Menarik, fluktuasi harga jagung ternyata tidak selalu berkorelasi positif dengan harga daging ayam ras,” kata Ridho.

Menurutnya ada fenomena yang menarik. Ketika harga jagung bergerak naik, harga daging ayam justru bergerak turun. Namun ketika harga jagung turun, harga daging ayam malah bergerak naik.

“Artinya, pergerakan harga jagung tidak berkorelasi positif dengan pergerakan harga daging ayam,” ujarnya.

Ridho menilai kondisi ini sangat mungkin terjadi karena perbedaan pola permintaan di pasar antara jagung dan daging ayam.

Permintaan jagung untuk pakan ternak tergantung dari volume ayam hidup di peternakan.

Sedangkan permintaan terhadap daging ayam dipengaruhi momen-momen tertentu yang dapat mengubah permintaan konsumen serta harga komoditi pangan lain sebagai subsitusinya.

Faktor lain yang juga mempengaruhi, katanya adalah kondisi struktur pasar dalam industri perunggasan.

Dijelaskan Ridho, struktur Industri Unggas Indonesia saat ini dapat dikatakan Oligopoli.

Dimana terdapat beberapa pelaku usaha yang menguasai industri ini, terutama di sisi hulu.

Secara garis besar saat ini terdapat dua kelompok pelaku usaha, dalam industri unggas nasional, yakni kelompok pelaku usaha terintegrasi.

Pada kelompok ini umumnya merupakan pelaku usaha besar yang melakukan seluruh jenis usaha dari dari hulu ke hilir.

Sedangkan kelompok lainnya adalah pelaku usaha kecil peternak mandiri, yang umumnya berada di tengah-tengah rantai pasok, yakni pada usaha budidaya unggas.

”Ketidak sanggupan peternak dalam membeli pakan ternak yang terus naik, sementara harga daging ayam cenderung stagnan atau malah menurun jelas memukul kelompok peternak mandiri,” ungkapnya.

Dengan demikian, tambah Ridho sudah pasti peternak mandiri akan kalah bersaing apabila berhadapan head to head dengan pelaku usaha terintegrasi, yang juga memproduksi pakan ternak.

Dalam kondisi harga livebird di bawah biaya produksi, perusahaan terintegrasi dengan pola kemitraan masih dapat bertahan karena mendapat keuntungan dari penjualan DOC, pakan dan obat-obatan.

Sementara bagi peternak mandiri, mereka harus mencari pasar yang mampu menyerap produksinya di atas harga pasar untuk mengurangi kerugian.

Ridho menyebutkan, dengan konsentrasi pasar yang terus meningkat, pelaku usaha terintegrasi dapat mengendalikan harga. Hal itu akan mengakibatkan tingkat persaingan usaha akan menurun.

“Jika kondisi ini dibiarkan tentunya tidak sehat bagi iklim persaingan,” ucapnya.

Untuk itu dalam waktu dekat ini, KPPU Kanwil I bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut akan melakukan pembinaan dan pengawasan langsung ke lapangan.

“Kita akan melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat,” sebutnya.

Selain itu juga pengawasan terhadap kemitraan sektor unggas untuk menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, pelaku usaha menengah, dan pelaku usaha kecil.( tanai)

Post Views: 4

Tags: jagungMahalPeternak MandiriTerancan
SendShare335Tweet210Send
Sebelumnya

Jasa Raharja dan Korlantas Polri Serahkan Buku Pendidikan Lalu Lintas Kepada Tenaga Pengajar di Jawa Timur

Selanjutnya

Nyamar Jadi Pembeli Reskrim Polsek Patumbak Tangkap Pria Pengedar Sabu, BBnya 27 Paket

Terkait Berita

Pemulihan UMKM Terdampak Bencana, Bank Sumut Siapkan Skema Berdasarkan Aturan OJK

05 Des 2025
998

Muhri Fauzi Hafiz Puji Gercep Tirtanadi Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Pasca Banjir

05 Des 2025
1k

Camat Galang Ingatkan Pedagang Eceran Tidak Jual BBM dengan Harga Tinggi

01 Des 2025
1k

Keberhasilan Gubernur Bobby Nasution Tekan Inflasi: Mampu Atur Ritme

09 Nov 2025
1k

Inflasi Sumut Capai 4,97 Persen di Oktober 2025, Cabai Merah  jadi Pemicu

04 Nov 2025
998

Luaskan Manfaat, BPRS Amanah Bangsa Buka Kantor Cabang di Stabat

03 Nov 2025
1.1k

Popular

  • Kegagalan Patra Niaga: BBM Macet, Direksi Pertamina Harus Mundur!

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Kawan Cerita Sukses Gelar Aksi Kemanusiaan di Warkop Agam

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
  • Distribusi BBM Lumpuh Diterjang Banjir Sumatera: Pengamat Tuntut Evaluasi Total Pertamina

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
  • Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Resmi Diberhentikan Sementara

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • MT Binaan KUA Medan Perjuangan Adakan Rapat Program Tahunan

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Kejaksaan Agung Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia 2025 Mengusung Tema “Berantas Korupsi Untuk Kemakmuran Rakyat”

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Peringatan Hakordia, Kejari Tanjungpinang Adakan Berbagai Kegiatan 

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Hakordia 2025 Kejati Sumsel Rilis Capaian Kinerja Bidang Pidsus, Selamatkan Uang Negara 588 M

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Ungkap Sejumlah Pelanggaran, Satgas Terpadu Perkuat Pengawasan Bandara dan Pelabuhan Khusus IMIP dan IWIP

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • INDEKS
  • Redaksi

© 2022 BhinekaNews.id - Merawat Keberagaman.

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
  • Sport
  • Edukasi
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Rileks
  • Ragam
  • Advetorial
  • Galeri
  • Video

© 2022 BhinekaNews.id - Merawat Keberagaman.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In