Mengatasi Kepanikan Energi Global, Indonesia Harus Siap Wujudkan B100

Bisnis, Headline, Nasional334 Dilihat

MEDAN – Meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Situasi ini berpotensi menimbulkan kepanikan energi, lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), serta ketidakpastian pasokan yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki kekuatan strategis melalui kekayaan sumber daya alam, khususnya kelapa sawit. Pengembangan program B100 atau biodiesel 100 persen menjadi salah satu solusi konkret dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional.

BACA JUGA :  Kasus Judi Online Komdigi, Polisi Sita Rp2,6 Miliar dari Tersangka

Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar, S.H., yang akrab disapa Ahok, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam mempercepat implementasi B100. Menurutnya, kebijakan ini penting sebagai strategi menghadapi gejolak energi global.

“B100 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, menjaga stabilitas pasokan dan harga energi dalam negeri, serta memaksimalkan potensi crude palm oil (CPO) dan turunannya,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

BACA JUGA :  KSPSI Sumut Angkat Bicara Soal Iuran Tapera Potong Gaji: Sangat Memberatkan Buruh 

Ia menambahkan, optimalisasi pengolahan CPO menjadi biodiesel tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam meredam dampak krisis energi global, tetapi juga langkah visioner menuju kedaulatan energi nasional yang berkelanjutan.

Selain itu, implementasi B100 dinilai dapat mendorong percepatan transisi energi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sektor industri dalam negeri berbasis sumber daya lokal.

BACA JUGA :  Terseret Kasus Dugaan Korupsi PDNS, Akankah Budi Arie Ditetapkan Jadi Tersangka?

“Di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus berdiri tegak dengan kekuatan energi dari dalam negeri. HARI siap mendukung penuh kebijakan strategis pemerintah demi terwujudnya B100 sebagai pilar utama ketahanan energi nasional,” tegasnya. (isl)