Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS, Pasar Masih Waspadai Tekanan Global

Bisnis17 Dilihat

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat di tengah meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi global.

Pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi, rupiah tercatat turun 4 poin atau sekitar 0,02 persen ke posisi Rp17.386 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.382 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dinilai masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama penguatan dolar AS di pasar global. Investor juga cenderung bersikap hati-hati sambil menanti arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya terkait suku bunga dan prospek inflasi.

BACA JUGA :  Gojek Operasikan Armada Mobil Listrik Pertama di Medan

Pengamat pasar keuangan menilai fluktuasi nilai tukar saat ini masih tergolong wajar di tengah tingginya volatilitas pasar internasional. Pelaku pasar disebut terus memantau perkembangan inflasi global, arah kebijakan bank sentral, hingga kondisi geopolitik yang memengaruhi arus modal dunia.

“Pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal, terutama penguatan indeks dolar AS dan perubahan preferensi investor terhadap aset aman,” ujar seorang analis mata uang.

BACA JUGA :  Kabar Gembira Bagi Warga Muhammadiyah, BTN Syariah Dukung Pembiayaan Rumah

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk aktivitas impor dan pembayaran luar negeri pada periode tertentu. Tingginya permintaan valuta asing di pasar domestik membuat pergerakan rupiah masih rentan mengalami pelemahan.

Meski demikian, pelaku pasar masih melihat peluang stabilisasi nilai tukar apabila aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Stabilitas inflasi domestik serta kebijakan moneter Bank Indonesia diperkirakan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga pergerakan rupiah ke depan.

BACA JUGA :  Pemko Medan Apresiasi Progam Makan Bergizi Gratis GoTo

Di sisi lain, investor turut mencermati perkembangan perdagangan regional Asia yang ikut memengaruhi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Aktivitas transaksi di pasar valuta asing pada awal pekan diperkirakan masih bergerak hati-hati sambil menunggu sentimen baru yang lebih kuat untuk menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya. (bc)