Bisnis

Transaksi Digital Melejit, Jadi Ladang Cuan Baru Bank

JAKARTA – Transaksi digital perbankan terus melesat dan kini menjadi salah satu motor utama pendapatan berbasis komisi (fee based income) bagi industri perbankan.

Lonjakan ini didorong oleh inovasi layanan digital yang semakin masif, seiring perubahan perilaku nasabah yang kian mengandalkan kanal digital dalam bertransaksi.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi pembayaran digital perbankan nasional mencapai 4,67 miliar hingga Februari 2026, atau tumbuh 40,35% secara tahunan (year-on-year).

Kinerja positif tersebut tercermin pada sejumlah bank besar. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatat 738,7 juta transaksi digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri hingga Februari 2026, meningkat 28% secara tahunan.

Dari aktivitas tersebut, Bank Mandiri membukukan fee based income sebesar Rp625 miliar, melonjak 45,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan peningkatan transaksi digital turut mendorong efisiensi biaya operasional.

“Kinerja ini didukung semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal digital,” ujarnya sebagaimana dilansir Kontan, Sabtu (28/3/2026).

Tren serupa juga dialami PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Hingga Februari 2026, BTN mencatat 53,7 juta transaksi digital, tumbuh lebih dari 57% secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp27,6 triliun atau naik 11%.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menyebut mayoritas transaksi dilakukan melalui aplikasi Bale, terutama untuk transfer, pembayaran QRIS, hingga kebutuhan harian seperti pembelian token listrik dan top up e-wallet.

Kontribusi transaksi digital terhadap fee based income BTN pun terus meningkat, dengan pertumbuhan 12% sepanjang 2025.

BTN bahkan memasang target ambisius. Hingga akhir 2026, perseroan membidik 300 juta transaksi digital dengan nilai lebih dari Rp165,7 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, BTN akan memperkuat fitur dan layanan, meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, memperluas ekosistem merchant, serta menggencarkan promosi.

Sementara itu, KB Bank juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, bank ini membukukan 260 juta transaksi digital, naik 46% secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp58 triliun atau tumbuh 30%.

Transaksi digital bahkan telah menyumbang lebih dari separuh fee based income KB Bank.

Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Lie, menegaskan pertumbuhan akan terus didorong melalui peningkatan jumlah pengguna aktif, perluasan use case, serta penguatan fitur dan keamanan.

“Kami menargetkan pertumbuhan transaksi digital yang lebih tinggi ke depan,” ujarnya. (knt/isl)