DENPASAR – Universitas Dhyana Pura (Undhira) terus memperkuat perannya dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan dan pendidikan. Melalui Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan (PIK), Undhira menginisiasi penerapan Sistem Informasi Kesehatan Sekolah (SIMKES) di SD Kartika VII-1 Denpasar sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Program yang diketuai Okta Wijayanti, S.RM., MARS., ini bertujuan menghadirkan sistem pengelolaan data kesehatan siswa yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Implementasi SIMKES menjadi langkah awal dalam mewujudkan layanan kesehatan sekolah berbasis digital sekaligus mendukung program Sekolah Sehat.
Selama ini, pencatatan data kesehatan siswa di SD Kartika VII-1 masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan proses penelusuran riwayat kesehatan, meningkatkan potensi kesalahan pencatatan, serta membuat penyusunan laporan membutuhkan waktu lebih lama.
Ketua Tim Pengabdian, Okta Wijayanti, mengatakan SIMKES dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata di lingkungan sekolah sehingga mampu mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif.
“Transformasi digital tidak hanya diperlukan di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga pada layanan kesehatan di sekolah. Melalui SIMKES, kami ingin membantu sekolah memiliki sistem pencatatan kesehatan yang lebih efektif, akurat, dan mudah digunakan sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam mewujudkan Sekolah Sehat Berbasis Digital,” ujarnya.
Melalui SIMKES, seluruh data kesehatan siswa terintegrasi dalam satu sistem. Setiap hasil pemeriksaan terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan petugas dalam melakukan pencatatan maupun menelusuri riwayat kesehatan peserta didik.
Aplikasi ini juga dilengkapi dashboard interaktif yang menampilkan informasi layanan kesehatan secara real time, mulai dari jumlah siswa, pemeriksaan kesehatan harian, pemeriksaan kesehatan gigi, hingga rekapitulasi layanan kesehatan yang telah dilaksanakan.
Selain itu, proses pencatatan pemeriksaan dibuat lebih sederhana. Petugas cukup memilih data siswa, memasukkan hasil pemeriksaan umum maupun gigi, termasuk diagnosis, rujukan, dan tindak lanjut. Seluruh data kemudian tersimpan secara otomatis sehingga riwayat kesehatan siswa dapat diakses dengan mudah.
SIMKES juga menyediakan fitur ekspor data yang memungkinkan penyusunan laporan kesehatan berdasarkan periode pelayanan, kelas, maupun tahun ajaran secara lebih cepat dan terstruktur.
Sebagai bagian dari implementasi, tim PkM Undhira tidak hanya menyerahkan aplikasi, tetapi juga memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada guru serta petugas kesehatan sekolah agar mampu mengoperasikan SIMKES secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala SD Kartika VII-1 Denpasar, Ni Nengah Supiadi, S.Pd., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi perdana implementasi SIMKES.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan data kesehatan siswa.
“Kehadiran SIMKES menjadi solusi yang sangat membantu karena mampu mengintegrasikan seluruh data kesehatan siswa dalam satu sistem yang lebih cepat, akurat, dan mudah digunakan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Dhyana Pura atas dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di sekolah melalui inovasi yang aplikatif.
Ke depan, penerapan SIMKES diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), sekaligus menjadi model digitalisasi layanan kesehatan sekolah yang dapat diterapkan di berbagai satuan pendidikan lainnya.
Melalui inovasi tersebut, Universitas Dhyana Pura menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi informasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor kesehatan. (r/isl)