Headline

Pelanggan PERUMDA Tirtanadi Menjerit: Tagihan Air Tiba-tiba Melonjak 400 Persen

MEDAN – Kenaikan tagihan air PAM yang tak masuk akal dialami Suherlin, warga Medan Labuhan. Bulan Oktober ini, ia terkaget-kaget karena harus membayar tagihan sebesar Rp503.000, naik 4 kali lipat dari bulan sebelumnya, atau 400 persen.

“Bulan Agustus cuma Rp131.000. Bulan September naik sedikit jadi Rp158.000. Tapi, coba lihat yang ini, sampai lima ratus ribu lebih,’ ungkapnya, sembari menunjukkan tagihan bulan Oktober.

Ia pun terheran-heran dengan angka tagihan air yang melonjak begitu besar.

​”Bagaimana mungkin, air yang saya pakai sama saja. Ini bukan naik, ini namanya perampokan berkedok tagihan!” sergah Suherlin.

Selanjutnya, ia pun mengonfirmasi tagihan tersebut ke PERUMDA Tirtanadi Cabang Medan Labuhan. Tapi jawaban dari petugas di sana membuatnya semakin bingung. Sebab, mereka beralasan bahwa lonjakan terjadi karena kesulitan petugas melakukan pembacaan meteran rutin.

​Menurut pengakuan Rinayanti, petugas PERUMDA Tirtanadi Cabang Medan, pihaknya telah berupaya melakukan pengecekan pada bulan Agustus dan September. Namun, mereka menemui kendala, karena meteran air Suherlin berada di dalam tempat pangkas yang letaknya bersebelahan dengan rumahnya.

Petugas mengaku mendapati tempat pangkas itu dalam kondisi tutup, sehingga pembacaan meteran akurat tidak dapat dilakukan selama dua bulan berturut-turut.

​”Alasan ini tak masuk akal, itu kan tugas mereka, kenapa pelanggan yang harus dikorbankan,” sesal Suherlin, seraya akan melaporkan hal ini ke Kantor Pusat PERUMDA Tirtanadi.(cil)