Jampidsus Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Komunikasi Publik bagi Jajaran Pidsus

Hukum296 Dilihat

Medan – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan RI, Febrie Adriansyah, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang kuat serta kemampuan komunikasi publik dalam mendukung kinerja pemberantasan tindak pidana khusus, terutama di era digital yang menuntut keterbukaan informasi secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.

Penegasan tersebut disampaikan Febrie saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Pelatihan Public Speaking and Leadership Competency Enhancement bagi para Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang digelar di Four Points by Sheraton Medan, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Mandiri University.

Dalam arahannya, Febrie menyampaikan bahwa perkembangan media sosial dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai penanganan perkara korupsi menuntut jajaran bidang tindak pidana khusus untuk mampu memberikan informasi kepada publik secara profesional, terukur, dan tepat waktu.

BACA JUGA :  Tim Satgas SIRI Amankan DPO Narkotika Frengky Ratu Taga Asal Kejaksaan Nusa Tenggara Timur

Menurutnya, komunikasi publik yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya narasi maupun opini negatif yang dapat memanfaatkan keterbatasan informasi mengenai penanganan perkara.

“Kinerja pemberantasan tindak pidana korupsi harus disampaikan secara cepat, profesional, dan terukur agar tidak menjadi bias serta tidak dimanfaatkan pihak lain untuk menggiring opini negatif di tengah masyarakat,” ujar Febrie.

Selain kemampuan komunikasi, Jampidsus juga menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang kuat di lingkungan Kejaksaan. Ia mengingatkan para Aspidsus dan Kajari agar menjadi teladan bagi jajarannya dengan menunjukkan keberanian, integritas, soliditas, serta kepedulian terhadap bawahan.

BACA JUGA :  Kejati Sumut Raih Penghargaan Peringkat III Pelaksanaan APBN Satuan Kerja Mitra KPPN Medan II

“Kepemimpinan yang berwibawa, kuat, berkarakter, berani, dan mampu menjadi teladan bagi jajaran adalah kunci keberhasilan dan keberlangsungan kinerja, baik dalam unit maupun organisasi yang lebih besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Febrie mengatakan bahwa insan Pidsus tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan dan keberanian dalam menangani perkara, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan capaian kinerja kepada masyarakat secara terbatas namun efektif.

Menurutnya, komunikasi publik yang baik akan memperkuat kredibilitas institusi sekaligus membatasi ruang bagi pihak-pihak yang berupaya membangun narasi negatif terhadap penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan.

BACA JUGA :  Jaksa Agung Wacanakan Penyatuan Pidum dan Pidsus di Bawah JAM Operasi

 

Pelatihan Public Speaking and Leadership Competency Enhancement tersebut merupakan langkah strategis Kejaksaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang tindak pidana khusus, guna memperkuat profesionalisme serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Kegiatan ini turut dihadiri mantan Sekretaris Jampidsus Andi Herman, Direktur Pengendalian Operasi Pidana Khusus Syarifudin, Direktur Penuntutan Jampidsus Ardito Muwardi, Direktur HAM Berat Jampidsus N. Rahmat R., Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, jajaran pejabat Bank Mandiri wilayah Sumatera Utara, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (bc/isl)