MAKASSAR — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Syarifuddin, menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi penegakan hukum kepada masyarakat secara objektif, berimbang, dan sesuai kode etik jurnalistik.
Hal itu disampaikan Syarifuddin saat menerima silaturahmi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel periode 2026–2031 di Kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Syarifuddin mendorong insan pers, khususnya wartawan yang tergabung dalam PWI, untuk terus menjadi mitra strategis kejaksaan dalam memberikan edukasi hukum sekaligus menyampaikan kinerja institusi kepada masyarakat.
Menurutnya, media memiliki posisi penting sebagai penghubung antara aparat penegak hukum dan publik. Berbagai kebijakan maupun penanganan perkara yang dilakukan kejaksaan perlu diketahui masyarakat melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang.
“Bagaimanapun juga, seluruh kinerja dan langkah kami wajib diketahui oleh publik. Media inilah yang bertindak sebagai jembatan agar apa yang telah kami kerjakan sampai ke masyarakat,” kata Muhammad Syarifuddin.
Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, keberimbangan pemberitaan diperlukan agar informasi mengenai proses penegakan hukum dapat dipahami masyarakat secara utuh.
“Harapan kami, rekan-rekan media, khususnya wartawan PWI, terus menjaga profesionalisme sesuai kode etik jurnalistik dan mengedepankan keberimbangan berita,” ujarnya.
Syarifuddin menilai media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran edukatif dalam membantu masyarakat memahami mekanisme penyampaian aspirasi serta mendukung proses penegakan hukum.
“Pers bisa menjadi pendorong kemajuan hukum dan perekonomian warga. Selain itu, media memberi edukasi tentang tata cara menyampaikan pendapat yang benar serta dukungan terhadap penegakan hukum, khususnya di Sulsel,” jelasnya.
Soroti Informasi di Media Sosial
Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, Syarifuddin menekankan perlunya pemberitaan yang mengedepankan verifikasi dan tanggung jawab jurnalistik.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang tidak terverifikasi dan tidak berimbang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Pengaruh media saat ini luar biasa besar, terutama di media sosial. Karena itu, kami sangat mengandalkan peran media tepercaya sebagai jembatan informasi terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Karena itu, ia meminta setiap laporan maupun isu yang berkembang di masyarakat terlebih dahulu diuji kebenarannya sebelum disajikan kepada publik.
“Kabar maupun aduan dari masyarakat hendaknya dikemas secara objektif dan berimbang. Ini penting demi mencegah timbulnya keraguan dan keresahan di masyarakat,” katanya.
PWI Sulsel Tegaskan Komitmen Profesionalisme
Sementara itu, Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, menyampaikan komitmen organisasi untuk terus mendorong wartawan menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Menurut Suwardi, prinsip tersebut harus diterapkan sejak proses peliputan hingga berita dipublikasikan.
“Kajati tadi menggarisbawahi bahwa jika ingin menghasilkan karya yang baik, jurnalis wajib mengacu pada kode etik,” kata Suwardi.
Ia juga mengapresiasi sambutan jajaran Kejati Sulsel dalam agenda silaturahmi tersebut. Pertemuan itu sekaligus dimanfaatkan untuk menyerahkan undangan pelantikan Pengurus PWI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026.
“Kami menyampaikan undangan resmi agar Beliau berkenan hadir pada pelantikan Pengurus PWI Sulsel tanggal 17 Oktober mendatang. Selain itu, silaturahmi ini mempertegas komitmen PWI dalam mewujudkan pers yang ideal,” ujarnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penegasan bersama mengenai pentingnya penerapan prinsip jurnalistik dalam setiap pemberitaan, termasuk verifikasi fakta, keberimbangan, dan pemberian ruang yang proporsional kepada pihak-pihak terkait.
Dalam agenda itu, Suwardi didampingi Sekretaris PWI Sulsel Amrullah Basri, Wakil Ketua Bidang Organisasi Mappiar H.S, Ihsan Dj, serta sejumlah jajaran jurnalis lainnya. (bc/isl)
