Ketua PSI Sumut Desak APH Tangkap Otak Pelaku Produksi Oli Palsu

Hukum84 Dilihat

MEDAN – Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara HM Nezar Djoeli ST sangat menyesalkan lemahnya pengawasan dari Pertamina dan Dinas Perindag Sumatera Utara atas peredaran oli palsu di Sumatera Utara.

Kekesalan ini dilontarkan Nezar Djoeli atas terbongkarnya gudang pengoplosan oli palsu yang dibongkar oleh TIM Bais TNI bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan pekan lalu di kawasan Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (19/2/2025).

“Mengingat, efek yang ditimbulkan atas peredaran oli palsu yang kita duga telah berlangsung cukup lama itu, sangat merugikan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor. Dan ini akan menyebabkan keluarnya biaya tambahan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat penggunaan oli palsu itu,” urai Nezar.

Untuk itu, ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk meringkus aktor intelektual dari peredaran oli-oli palsu dari berbagai merek tersebut.

BACA JUGA :  Pasca Kehadiran Kaesang Pangarep, Ketua PSI Sumut Gelorakan Kemenangan Paslon Birma Sinaga-Erwin Sihite di Pilbup Humbahas

“Pihak kepolisian seharusnya bergerak cepat meringkus dalang atau aktor intelektual yang telah ‘bermain’ memproduksi oli palsu ini. Kita meminta di jaman pemerintahan Pak Prabowo hari ini, untuk seluruh instansi pemerintah khususnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, harus menciptakan good government serta clean and clear terhadap persoalan – persoalan korupsi, mafia dan lain sebagainya. Sehingga ada bentuk wajah baru pemerintahan dalam melayann rakyat,” imbuh Nezar, mengakhiri.

Seperti diketahui, dari penggerebekan di tiga gudang tersebut, tim Bais TNI beserta Kementerian Perdagangan menyita oli oplosan berbagai merek sebanyak lebih dari 30 truk. Barang bukti ini kemudian diboyong ke Markas Kodam I/Bukit Barisan.

Menurut Kasdam I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Refrizal, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya produksi oli palsu yang diduga melibatkan anggota TNI. Namun, kata dia, dugaan tersebut belum terbukti.

BACA JUGA :  PJ Bupati Deliserdang Bersama Ketua PSI Sumut dan Keluarga Besar Alm Prof Marwali Harahap Laksanakan Peletakan Batu Pertama Rumah Tahfiz Allahu Ahad

“Di sana tidak ada anggota TNI. Ternyata mereka tidak ada di sana. Kalau pun ada keterlibatan dia, maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Refrizal di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Rabu (19/2/2025).

Dalam operasi ini, Bais TNI dan Kementerian Perdagangan menyita total 259.476 botol oli palsu berbagai merek. Sebanyak 42.332 botol di antaranya disita dari gudang pertama, kemudian 116.438 botol dari gudang kedua dan selebihnya 100.706 botol dari gudang ketiga.

Oli-oli palsu tersebut menggunakan berbagai merek yang sebagian merupakan produk Pertamina. Seperti Mesran, Meditran dan Prima. Produksi barang ilegal ini diduga sudah berjalan selama dua tahun.

BACA JUGA :  Lanjutan Kasus PT Asuransi Jiwasraya, Kejagung Periksa Seorang Saksi Lagi

Selain menyita ratusan ribu botol oli palsu, petugas juga memboyong empat orang karyawan gudang untuk dimintai keterangan. Seluruh barang bukti diserahkan ke Polda Sumatera Utara guna ditelusuri lebih lanjut. Termasuk pemilik usaha.

“Ini akan tetap kita kembangkan lagi,” ujarnya.

Terkait ini, Region Manager Sales I Pertamina Lubricants, Sumbagut Wahyu Ismail, belum bisa memastikan berapa kerugian yang ditimbulkan akibat pengoplosan. Namun ia mengapresiasi TNI yang telah berhasil membongkar praktik ini.

“Kalau kerugian kami belum tahu,” ujar Wahyu di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Rabu (19/2/2025).

Menurut Wahyu, pihaknya telah melakukan pengawasan ketat terhadap produksi oli mereka. Guna meminimalisir praktik pemalsuan, Pertamina Lubricants mencantumkan barcode pada setiap produk mereka.

“Ciri-ciri fisiknya ada. Detailnya (produk asli) bisa dilihat di website,” ujar dia.(bj)