Menangis! Ibu Minta Keadilan Anaknya yang Tewas Diduga Dianiaya Oknum TNI

Hukum104 Dilihat

MEDAN – Lenny Damanik, ibu dari seorang remaja berinisial, MHS (15) yang tewas diduga akibat dianiaya oleh oknum TNI di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, meminta keadilan.

Permintaan tersebut disampaikan Lenny seraya menangis di hadapan wartawan saat berharap keadilan di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jumat (21/6/2024).

“Saya mohon kepada Bapak Presiden Jokowi dan Panglima TNI supaya mengusut kasus ini. Karena anak saya ini orang baik-baik, enggak pernah ke mana-mana, di rumah sajanya kerjanya,” lirihnya.

BACA JUGA :  Lanjutan Kasus Suap/Gratifikasi PN Jakarta Pusat, Kejagung Periksa 7 Saksi Lagi

Lenny pun mengatakan, anaknya tersebut menjadi korban penganiayaan hingga tewas saat melihat adanya tawuran di bantaran rel kereta api Jalan Pelikan Ujung tersebut.

“Anak saya ini ke sana hanya untuk menonton tawuran rupanya dia yang kena sasaran. Saya mohon kepada masyarakat untuk mendoakan supaya kasus ini diusut hingga tuntas,” sebutnya terisak isak seraya memeluk foto anaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur LBH Medan sekaligus Kuasa Hukum Lenny Damanik, Irvan Saputra SH MH menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan MHS meninggal dunia.

BACA JUGA :  Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

“Adapun kronologi kejadiannya adalah saat itu, Jumat (24/5/2024). Kejadian dugaan tindak pidana pembunuhan itu terjadi di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, sekitar pukul 16.30 WIB,” katanya.

Ia menjelaskan, saat itu korban sedang melihat adanya tawuran yang terjadi di atas bantaran rel kereta Jalan Pelikan Ujung tersebut.

“Korban saat ini sedang duduk di kelas 3 SMP dan saat itu hendak melihat adanya tawuran. Saat tawuran tersebut, ada penertiban yang dilakukan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak kepolisian,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Polda Sumut Gerebek THM Dragon KTV, 700 Butir Pil Ekstasi Diamankan

Kemudian, diungkapkan Irvan, saat itu korban dikejar terus terjatuh di bawah bantaran rel dan dianiaya hingga tak sadarkan diri. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala, lebam di dada, dan luka lecet di bagian tangan.

“Setelah itu, korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Madani. Setibanya di rumah sakit, korban menghembuskan napas terakhirnya,” jelasnya. (*)