POSO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso resmi memulai langkah transformasi birokrasi dengan mencanangkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Pencanangan tersebut digelar melalui apel khusus di halaman Kantor Kejari Poso, Kamis (12/2/2026), dan dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Poso, Yos Arnold Tarigan, SH, MH, M.IKom.
Apel berlangsung khidmat dengan dihadiri perwakilan camat, lurah, serta insan pers sebagai saksi komitmen institusi Adhyaksa Poso dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pelayanan publik.
Integritas Bukan Sekadar Seremoni
Dalam amanatnya, Yos Arnold Tarigan menegaskan bahwa pencanangan Zona Integritas bukanlah agenda seremonial, melainkan implementasi nyata dari visi Kejaksaan RI 2025–2029.
“Integritas adalah kerja kolektif. Kita adalah satu keluarga besar. Keberhasilan satu orang adalah kebanggaan bersama, dan kekhilafan satu orang menjadi tanggung jawab kita untuk saling mengingatkan,” tegas Yos.
Ia menambahkan, keberhasilan meraih predikat WBK dan WBBM hanya dapat dicapai apabila seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung nilai kejujuran, profesionalitas, serta pelayanan yang adil kepada masyarakat.
Digitalisasi Pelayanan dan Enam Area Perubahan
Menjawab tantangan era modern, Kejari Poso berkomitmen mendorong digitalisasi layanan hukum guna meminimalisasi interaksi tatap muka yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Ke depan, masyarakat Poso diharapkan dapat mengakses layanan kejaksaan secara lebih mudah, cepat, dan transparan melalui sistem berbasis aplikasi terpadu.
Transformasi tersebut akan difokuskan pada enam area perubahan utama, yakni:
Manajemen Perubahan – penguatan pola pikir dan budaya kerja aparatur.
Penataan Tata Laksana – digitalisasi sistem kerja dan SOP.
Penataan Sistem Manajemen SDM – peningkatan profesionalisme personel.
Penguatan Akuntabilitas – memastikan seluruh program dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan Pengawasan – memperketat kontrol internal dengan prinsip zero tolerance terhadap korupsi.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik – menghadirkan pelayanan yang humanis dan modern.
Fakta Integritas dan Yel-Yel Komitmen
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai Kejari Poso di atas papan komitmen sebagai simbol kesiapan menjalankan Zona Integritas secara konsisten.
Suasana apel semakin bergelora saat seluruh peserta menyerukan yel-yel komitmen WBK/WBBM yang dipimpin langsung Kajari Poso:
Pemimpin Apel: “KEJAKSAAN NEGERI POSO!”
Peserta: “SATU HATI, SATU TUJUAN!”
Pemimpin Apel: “ZONA INTEGRITAS!”
Peserta: “PASTI BISA! WBK HARUS, WBBM NYATA!”
Pemimpin Apel: “INTEGRITAS KITA?”
Peserta: “SIAP MELAYANI!”
Kehadiran stakeholder dan awak media dalam kegiatan tersebut menjadi simbol keterbukaan serta ajakan kepada publik untuk ikut mengawal proses reformasi birokrasi di tubuh Kejaksaan.
Melalui pencanangan ini, Kejari Poso menegaskan komitmennya agar penegakan hukum tidak hanya tegas dalam penindakan, tetapi juga bersih, transparan, dan benar-benar melayani masyarakat. (gbz/isl)






