Internasional

Iran dan Oman Sepakati Jalur Pelayaran Aman di Selat Hormuz, Pernyataan Bersama Segera Disiapkan

TEHERAN- Iran dan Oman mencapai kesepahaman mengenai pengaturan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz setelah menjalani dialog intensif selama sekitar dua bulan. Saat ini, kedua negara tengah menyusun pernyataan bersama sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa Teheran dan Muscat telah menyepakati koordinat geografis rute pelayaran yang akan diterapkan di Selat Hormuz. Menurutnya, pembahasan teknis telah rampung dan menjadi dasar penyusunan mekanisme pelayaran yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

“Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai jalur pelayaran dan saat ini tengah menyiapkan pernyataan bersama,” ujar Baqaei kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Baqaei menjelaskan, dokumen bersama tersebut masih dalam tahap finalisasi dan diharapkan dapat segera disepakati selama tidak ada campur tangan pihak luar yang memengaruhi proses tersebut.

Selama proses perundingan, Iran melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk teknis pelayaran, ketentuan hukum internasional, keamanan kawasan, serta dampak terhadap lingkungan laut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil mampu menjamin keselamatan navigasi sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

Meski demikian, Baqaei menegaskan bahwa kesepahaman bilateral antara Iran dan Oman belum sepenuhnya menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi keamanan kawasan masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, termasuk keberadaan armada militer Amerika Serikat di sekitar jalur pelayaran tersebut.

Ia juga menyinggung bahwa penutupan Selat Hormuz sebelumnya berkaitan dengan meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pemerintah Iran menilai stabilitas kawasan masih membutuhkan upaya diplomasi berkelanjutan agar aktivitas pelayaran internasional dapat berlangsung tanpa memicu eskalasi baru.

Selain membahas isu Selat Hormuz, Baqaei membantah laporan mengenai kemungkinan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi maupun Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam waktu dekat. Ia memastikan belum ada agenda resmi terkait kunjungan tersebut.

Di sisi lain, Iran menyebut komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara kawasan tetap berjalan intensif. Pakistan dan Qatar disebut aktif mendukung berbagai upaya diplomasi untuk membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah. Teheran juga terus berkoordinasi dengan kedua negara tersebut terkait perkembangan keamanan regional dan langkah-langkah yang dapat mendukung stabilitas jangka panjang.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak mentah dan komoditas energi dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Oleh karena itu, setiap perubahan kebijakan maupun kondisi keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi harga energi global, biaya logistik, hingga sentimen pasar internasional.

Kesepakatan antara Iran dan Oman dinilai sebagai sinyal positif bagi upaya menjaga kelancaran arus pelayaran di Selat Hormuz. Namun, implementasinya tetap akan bergantung pada perkembangan situasi keamanan dan dinamika hubungan antarnegara di kawasan. Para pengamat menilai dialog yang berkelanjutan menjadi faktor penting untuk mencegah meningkatnya ketegangan sekaligus memastikan Selat Hormuz tetap berfungsi sebagai jalur perdagangan internasional yang aman. (bc/isl)