CIANJUR – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja di Kamboja. Menurutnya, banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi di negara tersebut.
Peringatan itu disampaikan Muhaimin saat memberikan pembekalan kepada ratusan calon PMI di Pendopo Bupati Cianjur, Selasa (4/8). Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan kunjungannya ke Kamboja, kondisi ekonomi negara tersebut dinilai masih berada di bawah Indonesia.
“Jangan mudah tergiur bekerja ke Kamboja. Banyak terjadi eksploitasi di sana. Saya sudah mengecek langsung, negaranya lebih miskin dari kita. Jadi jangan kerja ke sana,” ujar Muhaimin.
Ia menegaskan pemerintah akan terus memberikan edukasi dan peringatan kepada masyarakat guna mencegah praktik penipuan oleh pihak-pihak yang menawarkan pekerjaan secara ilegal ke luar negeri.
Muhaimin juga mengajak pemerintah daerah untuk terus memperkuat sosialisasi mengenai bahaya keberangkatan pekerja migran melalui jalur nonprosedural. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Pemerintah daerah, swasta, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penempatan PMI harus bekerja sama memastikan masyarakat menempuh jalur yang legal, bukan jalur ilegal,” katanya.
Selain memperkuat perlindungan bagi pekerja migran, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program SMK Go Global. Program ini dirancang untuk mencetak lulusan SMK yang siap bekerja di sektor formal di berbagai negara sesuai kebutuhan industri.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan RI di negara-negara tujuan guna membuka akses kerja yang aman sekaligus memastikan perlindungan bagi para PMI.
Pada kesempatan itu, Muhaimin melepas 337 calon PMI asal Kabupaten Cianjur yang akan diberangkatkan ke Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka telah mengikuti pelatihan intensif di 12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Deni Widya Lesnana, menjelaskan bahwa pemberangkatan tersebut merupakan bagian dari program SMK Go Global yang bertujuan memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK di sektor formal luar negeri sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Cianjur. (bc/isl)