Internasional

Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

TEHERAN- Iran mengkonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (86) dalam serangan  yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

“Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur sebagai martir setelah diserang oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi,” demikian laporan media Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), Sabtu (28/2/2026) malam.

Tewasnya Khamenei juga dilaporkan CNN International, dengan mengutip media Iran lain yang berafiliasi dengan pemerintah, Mehr.

“Ulama besar dan mujahidin (pejuang) ini telah mengorbankan nyawanya untuk mengangkat Iran. Saat ini, dia bersama para syuhada di surga,” papar Mehr.

CNN International juga menyebut, Iran akan berkabung selama 40 hari atas kematian Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei telah memimpin negara dengan masa jabatan terlama di Timur Tengah. Ia menjadi pemimpin tertinggi Iran pada 1989 setelah menjabat sebagai presiden dari 1981 hingga 1989.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan pada Sabtu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran.

Agresi militer AS dan sekutu utamanya di Timur Tengah itu tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga korban sipil.

Iran kemudian membalas agresi itu dengan melancarkan serangan rudal balasan terhadap wilayah Israel, serta terhadap target militer AS di Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas,” tulis Trump di media sosial, Sabtu (28/2/2026), tanpa menyertakan bukti atas pernyataannya. (r/isl)