KUBA – Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, mengecam keras tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X pada Minggu (1/3/2026), Díaz-Canel menyebut pembunuhan tersebut sebagai tindakan keji yang melanggar seluruh norma hukum internasional. Ia juga menyampaikan duka cita kepada pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya Khamenei.
Khamenei dilaporkan gugur setelah menjadi sasaran serangan rudal gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di kantornya pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer yang menyasar sejumlah titik strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Laporan awal menyebutkan adanya kerusakan signifikan serta korban sipil.
Pemerintah Iran merespons insiden tersebut dengan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menghentikan berbagai aktivitas publik selama sepekan. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersama angkatan bersenjata Iran menegaskan akan membalas kematian Khamenei. Pernyataan resmi mereka menekankan bahwa respons akan diberikan pada waktu yang dianggap tepat.
Sebagai balasan awal, Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke sejumlah wilayah di Israel serta menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Teheran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pertahanan diri atas serangan yang mereka terima.
Díaz-Canel menambahkan bahwa Kuba akan mengenang Khamenei sebagai salah satu pemimpin penting yang mempererat hubungan persahabatan antara Iran dan negara Amerika Latin tersebut. (isl)