Medan

Imam dan Khatib Shalat Id, Eka Putra Zakran Tekankan Pentingnya Ibadah Kurban

Medan — Eka Putra Zakran atau yang akrab disapa UDA menjadi imam sekaligus khatib Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Taqwa Muhammadiyah Ranting Pembangunan Cabang Medan Denai, Rabu (27/5/2026). Dalam khutbahnya, UDA menekankan pentingnya ibadah kurban sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, kata kurban berasal dari bahasa Arab, yakni qariba–yaqrabu–qurban wa qurbanan wa qirbanan yang berarti dekat. Makna dekat dalam konteks tersebut ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya.

UDA menjelaskan, ibadah kurban merupakan amalan menyembelih hewan ternak seperti unta, sapi, atau kambing pada Hari Raya Idul Adha hingga hari Tasyrik sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Hukum dasar kurban adalah sunah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu secara finansial.

“Pelaksanaan ibadah kurban didasarkan pada kesanggupan atau kemampuan seseorang. Karena itu, mayoritas ulama memandang hukum kurban sebagai sunah muakkadah bagi muslim yang mampu,” ujar UDA dalam khutbahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, hukum kurban dapat menjadi wajib. Hal tersebut sebagaimana pendapat mazhab Hanafi yang mewajibkan kurban bagi muslim yang mampu dan tidak sedang dalam perjalanan. Selain itu, kurban juga menjadi wajib apabila seseorang telah bernazar atau menetapkan hewan tertentu sebagai hewan kurbannya.

Dalam khutbahnya, UDA turut menyampaikan hikmah dan keutamaan ibadah kurban, di antaranya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghidupkan sunah Nabi, serta meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terhadap perintah Allah SWT.

Menurutnya, ibadah kurban juga memiliki nilai sosial yang tinggi karena mengajarkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kaum dhuafa, fakir, dan miskin melalui pembagian daging kurban.

“Dengan berkurban, seorang muslim sejatinya sedang menyembelih sifat-sifat hewani dalam dirinya seperti tamak, serakah, egois, dan individualistik menjadi pribadi yang peduli sosial,” ungkap Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan itu.

UDA merinci sedikitnya terdapat empat hikmah utama dalam ibadah kurban, yakni ketaatan kepada Allah SWT, menghidupkan sunah Nabi, memperkuat ibadah sosial, serta melatih keikhlasan dalam beribadah. (r/isl)